[puisi] Tanah Airku

Tanah Airku

Saat Organisasi Wanita PKK Kabupaten Lumajang mengadakan lomba cipta dan baca puisi dalam rangka Hari Anak Nasional 2010 yang dipandegani oleh istri Bupati Lumajang. Sekolah kami mendapat mandat untuk mewakili kecamatan ke tingkat Kabupaten. Saat itu kami tidak tahu peraturan yang ada, cuman diberi tema tentang cinta tanah air. Spotan saya membuat puisi dengan judul Tanah Airku. Puisi ini saya buat sekitar 28 menit. Setelah itu selama 2 hari saya sampaikan isi dan cara membacanya kepada anak didik saya Fitrotun Nisa’.

Waktu lombapun tiba. Singkat cerita, saat akan tampil ternyata dalam ruang karantina ada peraturan bahwa puisi maksimal harus 4 bait. Akhirnya Nisa’ saat menulis puisi di naskah memutuskan membuang satu bait terakhir. Padahal bait itu puncak-puncaknya isi puisi. Alhamdulillah, meski kehilangan satu baik akhrinya karena penampilan Nisa’ yang luar biasa dia masih bisa meraih juara 3.

Tanah Airku

Buah Karya : bchree

Di ufuk yang penuh warna

Berjajar pulau indah mahligai

Bestari penuh wibawa

Inilah tanah air tercinta

Engkau berdiri tegak

Generasimu kini lalai

Asik dengan keindahan

Terpesona dengan kenikmatan – kenikmatan sementara

Lupa akan budaya

Lupa akan pendidikan

Lupa akan norma

Serta lupa akan agama

Wahai Negeriku!

Bangsa ini kini terlena

Cercaan dan hinaan bangsa lain

Menghujam, menerjang, dan menghantam

Duh, hai Pemudaku ….

Sadarlah …. Sadarlah …. Sadarlah ….

Wahai Tanah Airku

Bangkitlah …. Bangkitlah …. Bangkitlah …. Bangkitlah ….

Tanah airku tidak kulupakan

Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh

Tidakkan hilang dari kalbu

Tanah ku yang kucintai

Engkau kuhargai

Waktunya kini berbenah

Buktikan pada dunia

Kita mampu bangkit dan

Katakan, MERDEKA …..

Merdeka dari kemiskinan

Merdeka dari kebodohan

Merdeka dari bobroknya moral

Indonesia kami mencintaimu

kumpulan puisi perjuangan, puisi pendidikan, puisi pelajaran, puisi proklamasi, puisi moderen, puisi kotemporer

Recent Posts :

About these ads

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Desember 25, 2012, in puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: