6 hal harus dihindari saat diklat

Sahabat, bagi Anda yang baru ataupun sudah sering melaksanakan diklat. Artikel ini sangat baik untuk bacaan rigan Anda. Di sini kami akan merefleksikan beberapa hal yang tidak baik kita lakukan karena akan membuat kegiatan diklat kita terganggu. tulisan ini kami rangkum dari kejadian-kejadian yang sudah penulis alami di berbagai kegiatan semisal workshop, seminar, prajabatan, diklat, dan kegiatan lain.

Berikut ini ada ENAM hal yang perlu kita hati-hati agar tidak termasuk di dalamnya.

1.     NIAT MENGIKUTI DIKLAT

Saat akan diklat pastinya terbesit di dalam hati untuk berniat dan akhirnya menentukan tujuan mengikuti diklat. Banyak di antara peserta bertujuan hanya ingin refresing, belanja, atau rekreasi. Sehingga saat mengikuti diklat mereka santai-santai dan tidak focus pada kegiatan. tiap ada waktu luang inginnya jalan-jalan dan cenderung lupa dengan tugasnya.

2.     PENAMPILAN BERLEBIH

Tampil rapi dan bersih memang harus kita lakukan. Namun jika berlebih tidak seharunya kita tunjukkan. Gunakan baju sewajarnya, hindari busana degan pernak-pernik, karena hal ini akan  mengundang peserta lain memperhatikan Anda. Berpakaianlah yang sopan, hindari memamerkan anggota tubuh dengan busana tipis atau terbuka sebagian. Bagi ibu-ibu gunakan perhiasan sewajarnya. Tas, sepatu, dan asesoris lain pilih yang standar saja.

3.     MAKAN BERLEBIH

Prasmanan (ambil makanan sendiri) salah satu cara yang dilakukan oleh panitia untuk memberikan kebebasan mengambil makan sendiri. Ambilah nasi secukupnya, jika lauk jatahnya satu maka ambilah satu, ingatlah hak peserta lain yang belum makan. Hindari makanan yang Anda ambil bersisa. Jika memang seluruh peserta sudah makan, bolehlah Anda menambah jatah (hal ini konfirmasi dulu ke peserta lain).

4.     LALAI IBADAH

Kesibukan dalam diklat, sempitnya waktu, dan letihnya fisik bukan alasan bagi kita untuk tidak beribadah kepada Allah. Lakuka sholat sesuai dengan waktunya. Jika Anda merasa berat maka bisa sholatnya digabung, misalkan duhur dengan ashar dan magrib dengan isyak.  Karena sesungganya tugas diklat posisinya jauh di bawah tugas untuk ibadah kepada Tuhan.

5.     DEKAT DENGAN LAWAN JENIS

Jauh dari rumah, jauh dari keluarga, dan jauh dari sahabat kadang membuat kita lupa diri. Kedekatan kepada lawan jenis sering membuat kita terjebak dengan CILOK (cinta lokasi). Bersikaplah yang wajar dengan peserta lawan jenis Anda. Berlakulah bijak dengan bisa menempatkan diri dengan baik.

Kedekatan Anda dengan lawan jenis akan menimbulkan fitnah bagi Anda dan pasangan. Komunikasi  Anda dengan peserta lain akan terganggu, karena Anda selalu ingin bersama Si Dia. Anda juga akan mencemarkan nama baik diklat tersebut karena tidak berlaku professional. Nama besar instasi dan daerah Anda berasal akan ikut juga terbawa.

Jika CILOK ini terjadi pada seseorang yang belum berkeluarga mungkin masih tidak begitu fatal. Tapi jika terjadi pada Anda yang sudah berkeluarga, maka sangat disayangkan sekali. Istri, Suami, dan anak-anak kita pastinya malu dengan sikap Anda. Mereka akan sangat kecewa dengan prilaku Anda yang tidak terhormat. Satu hal yang harus kita ingat, peserta lain tahu apa yang Anda lakukan, meskipun mereka diam. Bisa juga mereka mencibir Anda, malu bukan?

Sahabat, Hampir di setiap kegiatan diklat hal ini terjadi. Anda perlu hati-hati sekali dengan yang satu ini. jangan jatuhkan kehormatan diri, keluarga, instansi, dan daerah kita dengan sikap tidak terpuji.

6.     MERASA SELALU LEBIH

Tiap manusia memiliki kelebihan masing-masing. Jadi jangan pernah merasa Andalah yang paling hebat, pinter, cerdas, dan lain-lain. Sikap ini akan meremehkan peserta lain apa lagi penjaji. Hal  ini akan menghambat sosialisasi dengan lingkungan baru.

Boleh kita bernegosiasi saat di forum, namun harus tetap professional menerima kebenaran dari pihak lain.

Demikian 6 hal yang harus kita hindari saat diklat, semoga bisa saling mengingatkan agar kita tetap pada tujuan yang benar. Diklat adalah amanah, maka harus dilakukan dengan professional. Jika ingin menambah, kami sangat berterima kasih. Sekses buat kita.

 **  05.00 : 10/092012/ kamar 110 pppp4tk matematika yogyakarta

Kami Tunggu Kehadiran Anda Selanjutnya”

bik juga Anda baca :


 

 

 

 

 

 

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on September 9, 2012, in P4TK MAT, pelatihan, update ilmu guru and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Memang benar,saya sangat setuju dengan lima poin yang harus dihindari diatas.Kita harus sadar bahwa kita adalah seorang guru,yang tentunya menjadi tauladan bagi semua orang.Terpilihnya kita sebagai peserta diklat lanjutan adalah anugrah dari allah SWT maka gunakanlah kesempatan ini dengan niat baik dan suci. ..dan jangan lupa amanah dari P4TK harus kita laksanakan dengan iklas.

  2. Diklat pemandu matematika tahap II merupakan suatu kebanggaan, sebab dari semua peserta yang mengikuti diklat itu, merupakan guru pilihan dari berbagai daerah yang mempunyai banyk kelebihan yang berbeda-beda. Memang benar setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda, sehingga kita harus dapat saling menghargai, menghormati. apa yang kita belum mtahu dapat kita tahu dari orang lain. sebagai contoh dalam diklat tahap kedua yang dilaksanakan di Yogjakarta tgl 31 Agus s/d 12 Sep 2012, saya mengamati teman-teman mempunyai banyak kelebihan, baik dari ide-ide atau pemikiran yang ia miliki, yang berbeda-beda namun semuanya bermakna. Dari perbedaan itu membuat kita kaya akan pengetahuan. Dari semua ide yang diliontarkan oleh teman-teman peserta dapat menjadi gambaran penyelesaian solusi yang kita hadapi disekolah.

  3. Bagus….. betul pak. kadang jauh dari keluarga jadi lupa segalanya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: