Lemet Pohong Kenyal Nikmat, Pas Buat Semua Kalangan

Sahabat Jelajah Gizi, kami yakin Anda punya makanan khas kesukaan.  Saat kecil orang tua kita mengenalkan makanan khas daerah kelahiran. Sama seperti kami, terutama nenek yang suka membuat makanan tradisional. Kami sangat setuju sekali dengan program yang diadakan oleh Nutrisi untuk Bangsa. Mencoba menggali kekayaan Indonesia dalam hal makanan tradisional, karena hal ini bisa jadi aset berharga negara.

Kalau kita amati ternyata makanan tradisional memiliki nilai positif dibandingkan makan  moderen.  Makanan produksi “lama” ini tidak banyak mengandung bahan berbahaya terhadap tubuh. Bahan yang dipakai cenderung alami. Proses pengolahannya lebih sehat. Dan bisa didapat dengan harga murah cocok banget buat yang ekonominya pas-pasan.

Dalam posting kali ini, kami akan mengangkat makanan tradisional yang sering disebut nenek berupa “Lemet Pohong”. Kami tinggal di desa Purworejo kecamatan Senduro kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tidak sulit bagi kami mendapatkan bahan-bahan untuk membuat lemet pohong, karena hampir semua ladang warga desa menanam pohon pohong.

Lemet Pohong dalam bahasa Indonesia disebut Lemet Singkong. Makanan “lama” ini sangat nikmat dimakan ketika hangat.  Saat digigit terasa kenyal, empuk, dan nikmat. Perpaduan aroma singkong rebus dan rasa manis dari gula merah memberikan sensasi yang tidak terlupakan. Apalagi dengan harum bau pandan yang diramu jadi satu membuat kelezatan itu terasa melekat di fikiran bawah sadar. Jika sudah lama tidak makan, maka saat melihat lemet pohong air liur terasa mengalir lebih banyak.

Jika Sahabat Jelajah Gizi ingin mencoba merasakannya, bisa membuat sendiri karena proses membuatnya sangat mudah dan cepat. Baiklah, mari kita pelajari bersama :

BAHA-BAHAN YANG KITA SIAPKAN :

v  Singkong ½ Kg (diparut lebih bagus)

v  Gula Merah ½ ons (50 gr)

v  Gula Pasir 50 gr

v  Buah Kelapa ¼ butir (diparut lebih bagus)

v  Garam ( ½ sendok teh)

v  Biji Nangka (diiri kecil-kecil)

v  Pandan (secukupnya)

v  Daun pisang untuk membugkus (bisa juga daun angkrek)

          LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT :      

1.       Semua bahan dicampur jadi satu dibuat adonan, kecuali gula merah dan pandan

2.       Ambil selembar daun pisang / angkrek, taruh adonan di atas daun pisang (bentuk pipih memajang, selera Anda)

3.       Tata gula merah di atasnya dan lipat (tutupi) dengan bagian adonan yang lain, bungkus.

4.       Kukus selama kira-kira 30 menit

5.       Lemet pohong siap di sajikan, lebih nikmat saat hangat.

 KELEBIHAN DARI LEMET POHONG :

Ø  Lemet bisa digunakan untuk pengganti sementara makanan pokok. Misalkan sebagai pengganti sarapan pagi atau bahkan makan siang. Karena singkong banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber tenaga. Begitu juga dengan gula merah yang banyak mengandung glukosa.

Ø  Hampir semua bahannya alami dan tidak mengandung pengawet.

Ø  Bungkus terbuat dari daun yang baik untuk kesehatan tubuh.

Ø  Bisa disajikan dalam berbagai suasana

Ø  Harga murah, jadi bisa dibuat oleh kalangan ekonomi manapun

KEKURANGAN DARI LEMET POHONG :

Ø  Tidak bisa bertahan lama. Sekitar 2 hari sudah basi jika tidak dihangatkan. Jika ditaruh dalam lemari es bisa lebih liat dan tidak nyaman.

Ø  Jika salah pilih singkong, rasanya bisa sedikit pahit.

Saudaraku Jelajah Gizi, semoga tulisan ini mengingatkan kita dengan Lemet Pohong yang sudah dilupakan banyak orang, terutama generasi muda kita. Kami berharap dengan tulisan ini menjadikan lemet kembali delirik sebagai makanan khas daerah yang perlu dilestarikan. Terima kasih.

tulisan ini diikutkan Lomba  Jelajah Gizi

Kami Tunggu Kehadiran Anda

Selanjutnya”

Baik juga untuk dibaca :

tulisan ini diikutkan Lomba  Jelajah Gizi

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Oktober 24, 2012, in Jelajah Gizi, lomba blog and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: