GURU KETIMPUK FACEBOOK

Tahun 2012 ini merupakan momentum bersejarah bagi dunia guru. Sebagian besar guru sudah mulai berubah menerima perkembangan zaman, terutama dalam bidang informasi dan teknologi. Sekarang sudah bukan barang yang aneh saat guru mondar-mandir dari kantor ke kelas dengan membawa tas bertuliskan Acer, Toshiba, Lenovo, Axiio, azus, zirex, dan merek lain yang merupakan label laptop atau netbook.

Apalagi saat “guru dipaksa” mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) secara on line. Dengan “berat hati” para guru terutama yang gagap komputer mulai belajar memegang mouse. Ada yang “Terpaksa” menitip uang untuk dibelikan laptop ke teman yang mengerti komputer. Ujung-ujungnya mereka BENAR-BENAR menikmati kerja dengan menggunakan komputer. Finalnya mereka tidak bisa lepas dari laptop dalam setiap tugasnya. Karena mereka merasakan manfaat sangat besar berupa kecepatan, kemudahan, dan keakuratan saat memakai komputer dalam bekerja.

Tidak hanya guru PNS yang membeli laptop, sahabat guru yang statusnya wiyata bakti juga sudah banyak yang ikut membeli. Senang sekali melihat mereka bersemangat membiayai dirinya demi peningkatan kualitas sebagai guru meski gaji sedikit apa lagi dapat sertifikiasi.

Sahabat guru yang baik, ada sisi lain yang perlu kita cermati. Perkembangan teknologi semakin maju, sebagian besar guru juga turut di belakangnya. Salah satunya adalah pemanfaatan dunia internet yang kian akrab dengan guru. Guru yang cerdas menjadikan internet sebagai sarana untuk mencari data, informasi, dan hal lain yang berhubungan dengan dunia kerjanya. Hari-harinya tak lepas dari dunia maya. Hampir seluruh yang dia inginkan terjawab di sini.

Namun bagi sebagian guru-guru kita, internet tidak sekedar untuk mencari informasi pendidikan. Ada pula yang memanfaatkan sebagai sarana rekreasi, menghibur diri, dan berbagi dengan sesama. Di antara mereka ada yang membuat situs, blog, email, dan jejaring sosial seperti face book.

Ternyata sebagian besar guru-guru kita yang mulai mengenal dunia internet pasti menanyakan tentang facebook. Ketika mereka sudah bisa mengoperasikan facebook, ujung-ujungnya jadi ketagihan. Konten facebook dengan rumus “persahabatan” telah mampu membius penggunanya. Saat sudah login di facebook dapat dipastikan berjam-jam asyik tertawa sendiri dengan wajah dan mata melotot di depan layar.

Ya, naluri dasar manusia suka pamer merupakan titik lemah yang diketahui oleh pembuat program facebook. Kalau kita amati, sebagian besar isi dari facebook adalah memasang foto terbagus dengan harapan banyak yang tertarik, update setatus yang aneh-aneh sehingga membuat orang lain berkomentar. Atau sekedar chating dengan kenalan baru. Dan anehnya jika yang menggunakan adalah laki-laki, maka konten facebook akan menampilkan usulan perkenalan pada pengguna perempuan. Begitu sebaliknya. Naluri manusia yang suka lawan jenis juga merupakan titik lemah yang dimanfaatkan produser facebook.

Okelah, kita boleh saja berfacebook sepantas dan secukupnya. Namun yang tidak layak kita lakukan sebagai guru adalah berfacebook ria saat proses pembelajaran berlangsung. Contoh sederhana adalah saat di kelas, siswa kita beri tugas, guru membuka laptop, dikoneksikan ke internet modem, duduk seperti serius mengerjakan tugas sekolah. Eh ternyata, lagi serius mengupdate status di facebook. Mengomentari foto atau status teman, bahkan chating dengan banyak teman. Tambah parah lagi saat asik-asiknya berfecebook, tiba-tiba ada siswa yang bertanya tentang tugas yang kita berikan. Dan kita marah-marah karena merasa terganggu.

Jika begini guru kita, mau di bawa kemana anak bangsa ini? Siswa-siswi kita sedang menunggu guru-guru baik yang akan mencetak mereka menjadi manusia yang luhur budi pekertinya, terampil fisiknya, dan cerdas otaknya.

Semoga kita segera sadar. Teknologi boleh kita nikmati, namun tempatkan pada waktu dan tempat yang tepat. Tulisan ini kami angkat, mengingat ada sebagian kecil sahabat kita melakukan seperti yang kami ceritakan di atas. Semoga hal ini mengingatkan saya dan Anda arti pentingnya belajar yang bermakna bagi tumbuh kembang siswa. Jangan egois dengan kenikmatan pribadi, kelas dan proses pembelajaran adalah ladang kita untuk menanam bibit dengan harapan menuai bulir-bulir otak dan hati generasi masa depan yang berisi emas, demi cemerlangnya nasib bangsa 10 atau 20 tahun yang akan datang.  

Kami Tunggu Kehadiran Anda Selanjutnya”

Recent Posts :

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on November 11, 2012, in bismillah ... and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: