[puisi] Pertiwi Menangis

bendera negerikuPertiwiMenangis

by : m. subakri

Pagi tadi terdengar berita !

Nun jauh di sana

Melengking pekik kepanikan

Merona wajah langit pertiwi

Sore tadi terdengar berita !

Di desa saudaraku

Merintih sedih jiwa

Kian menyesakkan dada

Malam ini terdengar

Dahsyatnya berita

Ganasnya sunami di mentawai

Merapi membakar punggung-punggung manusia

Korban bergelimpangan

Harta benda tak terhiraukan

Ibu lupa akan bayinya

Ayah lupa akan keluarganya

Tahukah anda kenapa ini terjadi ?

Bukan karna alam,

Bukan karna hewan,

Bukan karna tumbuhan,

Ini karna anda,

Karana kalian,

Karena kita,

Bangga dengan dosa-dosa

Harusnya kini kita intropeksi diri !

Mari perbaiki diri !

Agar pertiwi tidak merintih

Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati

Air matanya berlinang

Mas intannya terkenang

Hutang gunung sawah lautan

Simpanan kekayaan

Kini ibu sedang susah

Merintih dan berdo’a

Sahabat, salah satu kegemaran saya adalah menciptakan puisi. Puisi yang saya buat jarang sy bacakan sendiri, kecuali saat membina anak-anak di persiapan lomba baca puisi. Biasanya sy bacakan biar anak-anak mengerti maksud dan tujuan tiap kata di puisi tersebut. “Pertiwi Menangis” merupakan puisi terakhir yang sy ciptakan. Puisi ini gambaran berbagai bencana yang melanda negeri tercinta ini dan mengajak kita untuk merenung untuk segera sadar dari segala kesalahan selama ini. Dalam puisi ini sy masukkan lagu nasional “Ibu Pertiwi” agar lebih mengena di hati. Alhamdulillah, dari 10 siswa yang kita kirim dalam lomba tingkat guslah hari Jum’at, tanggal 12 November 2010, peringkat 1 s.d. 8 besar diraih oleh siswa kami.

Sayang sekali sy belum bisa mendengarkan lantunan anak-anak di web ini, semoga lain kali sy bisa memasukkan suaranya agar penghayatan terhadap puisi tersebut bisa lebih kita rasakan.

Kemampuan sy membuat puisi sangat terbatas tidak mahir layaknya punjangga, boleh dikatakan masih kelas rendahan kaum sudra. Gimana meurut sahabat puisi “Pertiwi Menangis”? Beri masukkan dong!

Recent Posts :

PertiwiMenangis

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Desember 25, 2012, in puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: