guru tua dibuang saja

guru tua dibuang sajaKonon di Indonesia dulu pernah ada tradisi membuang guru yang sudah tua ke hutan belantara. Mereka yang dibuang adalah guru yang sdh tdk berdaya untuk mendidik murid-muridnya.

Pada suatu hari ada seorang murid yang berniat membuang gurunya ke hutan, krn si guru telah lumpuh dan agak pikun. Si murid tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong gurunya. Si guru yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si murid menurunkan guru tsb dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih krn ternyata dia tdk menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap gurunya itu.

Justru si guru yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata ‘Muridku, aku sangat menyayangimu. Sejak kau kecil smp dewasa aku selalu mendidikmu dgn segenap cintaku. Bahkan smp hari ini rasa sayangku tdk berkurang sedikitpun. Tadi aku sdh menandai sepanjang jalan yang kita lalui dgn ranting2 kayu. aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampaidirumah..’ Setelah mendengar kata2 tsb, si murid menangis dgn sangat keras, kemudian langsung memeluk gurunya dan kembali menggendongnya utk membawa gurunya pulang kerumah. Murid tsb akhirnya merawat gurunya yang sangat mengasihinya smp gurunya meninggal.

Guru bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tdk berdaya.
Krn pd saat engkau menggapai SUKSES atau saat engkau dlm keadaan SUSAH, hanya guru yang mengerti kita dan bathinnya akan menderita kalau kita susah.

Jadilah generasi yang bisa menghormati guru, karena guru adalah sumber ilmu dan inspirasi. Jika Anda Guru Muda jadilah orang yang semangat untuk perbaikan, banyak belajar, dan komitmen dengan tugas. Agar saat jadi Guru Tua, Anda bisa BERWIWABA. Jadilah Guru Tua yang MENGAYOMI dan MELINDUNGI, tak perlu gila jabatan, karena jabatan Anda adalah kehormatan diri Anda.

Konon di Indonesia dulu pernah ada tradisi membuang guru yang sudah tua ke hutan belantara. Mereka yang dibuang adalah guru yang sdh tdk berdaya untuk mendidik murid-muridnya.

Pada suatu hari ada seorang murid yang berniat membuang gurunya ke hutan, krn si guru telah lumpuh dan agak pikun. Si murid tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong gurunya. Si guru yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si murid menurunkan guru tsb dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih krn ternyata dia tdk menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap gurunya itu.

Justru si guru yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata ‘Muridku, aku sangat menyayangimu. Sejak kau kecil smp dewasa aku selalu mendidikmu dgn segenap cintaku. Bahkan smp hari ini rasa sayangku tdk berkurang sedikitpun. Tadi aku sdh menandai sepanjang jalan yang kita lalui dgn ranting2 kayu. aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampaidirumah..’ Setelah mendengar kata2 tsb, si murid menangis dgn sangat keras, kemudian langsung memeluk gurunya dan kembali menggendongnya utk membawa gurunya pulang kerumah. Murid tsb akhirnya merawat gurunya yang sangat mengasihinya smp gurunya meninggal.

Guru bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tdk berdaya.
Krn pd saat engkau menggapai SUKSES atau saat engkau dlm keadaan SUSAH, hanya guru yang mengerti kita dan bathinnya akan menderita kalau kita susah.

Jadilah generasi yang bisa menghormati guru, karena guru adalah sumber ilmu dan inspirasi. Jika Anda Guru Muda jadilah orang yang semangat untuk perbaikan, banyak belajar, dan komitmen dengan tugas. Agar saat jadi Guru Tua, Anda bisa BERWIWABA. Jadilah Guru Tua yang MENGAYOMI dan MELINDUNGI, tak perlu gila jabatan, karena jabatan Anda adalah kehormatan diri Anda.

klik tombol like jika Anda suka tulisan ini

terima kasih

like

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Februari 22, 2013, in bismillah ... and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. seharusnya digaji profesional ya bertindak profesional

  2. teacher likened coconuts. the older the more coconut milk, all useful parts.

    Berkunjung lagi nih, Bos. Kangen juga setelah sekian lama g’ berkunjung. Ditunggu kunjungan baliknya di Lentera Ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: