[puisi] ajaib, penyair kecil dari desa akhirnya menuju kota buaya

1 berharap'Amelia Agustina dilahirkan dan tumbuh di lingkungan yang dingin, sejuk, dan damai. Sebuah desa yang kaya dengan oksigen dan lingkungan bersih. Depan, belakang, dan samping kanan-kiri rumahnya  hijau merona karena ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh subur. Letak rumahnya jauh dari para tetangga, membuat kondisi semakin sunyi-senyap. Sekali-kali ada orang lewat di jalan beraspal yang 80% sudah rusak. Jalan dihiasi batu berserakan, pastinya tidak nyaman bagi pengendara kendaraan yang memakai jalan di situ.

Desa tempat dia tinggal merupakan salah satu desa terpencil yang terletak arah barat daya. Setiap pagi dia berjalan berkisar 1 km bersama teman-temannya menuju sebuah sekolah ke arah timur. Sekolah terlama di desa tersebut.

Meskipun tinggal di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Mila tergolong anak-anak yang cerdas. Berbagai lomba baik akademik dan non akademik dia ikuti dari tingkat kecamatan sampai kabupaten. Bahkan di tahun 2013 ini meski duduk di kelas 5, Dia sudah sering mengikuti Try Out UN yang diakan oleh lembaga di Lumajang semisal Mas Thox dan SMP Negeri 1 Lumajang. Mila juga aktif di pembinaan Olimpiade Matematika yang diprogramkan sekolah. Berikut ini beberapa prestasi Akdemik  dan non akademik yang pernah diraihnya :

1.    Juara 1 Cipta dan Baca Puisi dalam rangka HAN Tingkat Kabupaten Lumajang tahun 2013

2.    Juara 2 Baca Puisi Kantor Arsip dan Perpustakaan Tingkat Kabupaten Lumajang tahun 2012

3.    Juara  1 Baca Puisi dalam rangka HAN tingkat kecamatan 2013

4.    Juara  1 Baca Puisi PAI  kecamatan Pasrujambe 2013

5.    Juara 1 Olimpiade Matematika Tingkat  Kecamatan tahun 2013

6.    Juara 3 Lomba Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Kecamatan tahun 2013

Untuk Olimpiade Matematika Mila sebenarnya memiliki bakat, sayang jarak yang jauh membuat kami tidak bisa belajar secara intesive. Mungkin bagi Anda pembina olimpiade matematika mengerti hal ini (bimbingan khusus diperlukan lebih banyak). Jam pembinaan di sekolah tidak efektif karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung. Akhirnya setiap sampai di tingkat kabupaten harus kandas. Meskipun tidak sama dengan 2 kakak kelasnya yang pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional di tingkat Jawa Timur, namun untuk pelajaran UN Matematika Mila sudah mampu mendapat nilai di atas 90,00.

1 berdoa'Ada kisah menarik yang patut kami bagi dengan pembaca MSP. Prestasi terakhir yang Mila raih, yaitu juara 1 Cipta dan Baca Puisi dalam rangka HAN tingkat Kabupaten Lumajang tahun 2013 merupakan perjalanan AJAIB bagi kami (mila dan saya).

Berkisar bulan Februari 2013 di kecamatan kami sudah diadakan seleksi lomba siswa diberbagai cabang lomba. Hal ini dilakukan agar segera menemukan duta dan ada persiapan lebih matang untuk menuju ke kabupaten.

Sesekali Mila bertanya tentang lomba di tingkat kabupaten, dan saya menjawab belum ada berita. Mungkin karena bosan dengan jawaban yang mengecewakan, akhirnya lama dia tidak bertanya lagi. Di sisi lain kesibukan persiapan UN membuat kami terpisah, karena memang saya mengajar kelas VI sendan Mila duduk di kelas V.

Rabo, 8 Mei 2013. Setelah mendengar informasi ada lomba HAN dan Minat Bakat Kreatifitas siswa dari Ibu Kepala Sekolah yang tinggal di Perum Sukodono akhirnya berkisar pukul 21.00 saya memberanikan telfon ke salah satu pengawas kecamatan kota untuk memastikan adanya lomba di cabang puisi. Begitu terkejutnya saat beliau bilang ada cabang lomba cipta dan baca puisi. Saya mencoba menghubungi ketua KKG dan K3S di lingkungan kami, ternyata kata beliau cabang tersebut tidak dilombakan karena tidak ada pada juklak. Semakin kacau rasanya saat itu. Dengan modal informasi dari pengawas kota saya meyakinkan hati pasti ada lomba dicabang tersebut. Berkisar pukul 22.00 saya sms Mila untuk mempelajari salah satu puisi yang pernah kami buat saat pembinaan.

Kamis, 9 Mei 2013 saya masih belum bisa ketemu Mila karena saat itu hari libur. Untuk pergi ke rumah Mila dengan jarak berkisar 30  km tidak ada kesempatan karena ada kegiatan yang sudah diagendakan sebelumnya. Akhirnya hari itu saya hanya bisa mencari info lebih falid tentang adanya cabang lomba puisi dari Bp/Ibu guru di kecamatan lain.

 Jum’at, 10 Mei 2013. Saat akan sholat subuh saya baru ingat bahwa ketua RW adalah salah satu Kepala Sekolah yang ada di kecamatan lain. Saat bertemu di musholah, beliau membenarkan adanya cabang lomba tersebut. Tidak puas berkisar pukul 06.00, saya berkunjung ke rumah Pak RW melanjutkan bertanya. Dari info beliau yang panjang lebar (karena memang beliau ikut rapat) saya memastikan benar-benar cabang cipta dan baca puisi dilombakan. Hati semakin was-was ketika tahu bahwa tema puisi adalah “KEBUDAYAAN INDONESIA” padahal selama ini kami tidak pernah membuat puisi dengan tema tersebut.

Baru berkisar pukul 08.00 saya bertemu Mila. Karena merasa puisi yang dipelajari Mila sebelumnya tidak sesuai dengan tema, maka saat itu kami hening sejenak. Kepala mulai puyeng, Mila mulai mengeluh karena lomba sudah esok pagi. Saya minta Mila diam sebentar dan sama-sama cari ide tema yang tepat. Anglung, reog, wayang, budaya korupsi, budaya malas, dan beberapa kata saya ucapakan untuk memecahkan ide. Akhirnya kami sepakat WAYANG KULIT. Segera saya minta Mila menghubungi petugas perpustakaan untuk mencarikan buku WAYANG KULIT. 3 buku tebal ada di depan kami, dibolak-balik mencari berbagai istilah pewayangan. Akhirnya muncul tema yang lebih luas, MENGENALKAN WAYANG SEBAGAI KEBUDAYAAN INDONESIA.

Goresan demi goresan kami pelajari berdua, berkisar 15 sampai 30 menit puisi itu jadi tanpa ada pergantian kata. Allahuakbaarr … Maha Besar Allah yang telah memudahkan pembuatan puisi ini.

Waktu semakin sempit, hari Jum’at pulang sekolah lebih awal. Kata demi kata kami pelajari mencari intonasi yang pas. Belum satu bait bel pulang sudah berbunyi. Mila mulai bingung, tak ada pilihan lain, Mila harus ikut ke rumah di Lumajang agar bisa terus berlatih.

Setelah berpamitan dan minta do’a ke Ibu Mila (beliau tidak bisa melihat, sudah lama menderita kanker mata dan akhirnya difonis buta oleh dokter. Semoga Allah memuliakan) kami bergegas meluncur ke arah kota. Sholat Jum’atpun di perjalan karena waktu sudah tiba.

Sesampainya di rumah Mila langsung ke ruang pembinaan (jangan dibayangkan sebagus ruang pembinaan Prof. Yohanes Surya pembina Olimpiade Fisika Indonesia). Cuman ruang sederhana di rumah kontrakan saya. Mila sudah hafal betul karena memang sudah sering bermalam di rumah bersama teman-temannya yang akan mengikuti lomba atau tryout di kota. Saya perhatikan setelah sholat Dhzuhur dia lansung menghafalkan puisi dengan cara menuliskan di kertas hingga sholat ashar tiba. Setelah Sholat Ashar saya tawari untuk berlatih vokal. Dia bilang masih capek, pukul 16.00 saja dilanjutkan. Saya setujui karena memang melihat kondisinya kelihatan letih sekali. Namun saat itu saya perhatikan dia tidak istirahat, malah melanjutkan berlatih menulis puisi yang belum dia hafal.

Tepat pukul 16.00 kami lanjutkan belajar vokal di belakang rumah kontrakan. Sesekali orang melihat kami karena merasa aneh baca puisi sore-sore di belakang rumah. Saat itu Mila masih belum hafal puisinya. Ia membaca puisi, kemudian saya beri beberapa masukkan. Saya selingi bergurau agar dia lebih rileks. Begitu hingga hampir pukul 17.30. puisinya masih 50 % dia kuasai.1 berharap'

Setelah sholat magrib Mila berlatih menulis lagi agar hafal puisinya. Tiba-tiba dia bilang kalau sudah hafal seluruh puisinya. Saya turut lega mendengarnya. Malam itu kami tidak bisa berlatih vokal karena takut menganggu tetangga. Mila saya suruh menjiwai masing-masing kata dan kalimat. Entah jam berapa dia tidur, karena saya baru terbangun pukul 02.00 pagi dan sadar kalau tertidur di kursi.        

Sabtu, 11 Mei 2013. Seteleh Sholat subuh bersama sinar matahari muncul kami latihan lagi. Kaget dan senang rasanya mendengar dan melihat Mila membaca puisi jauh lebih baik dari kemarin sore. Saya bilang, “Kalau kamu bisa mempertahankan vokalmu ini, insyaallah bisa masuk 3 besar bahkan juara 1”. Setelah memberikan penekanan dan mengulang dua kali, saya rasa Mila sudah siap bertanding.

Berkisar pukul 08.00 saya mendapat telfon dari ketua KKG dan K3S bahwa beliau sudah datang di tempat lomba dan ternyata cabang puisi dilombakan. Mila yang dari pagi sudah siap langsung saya ajak naik sepeda angin menuju ke tempat lomba. Qodarullah tempat lomba tidak jauh dari tempat rumah kontrakan.

Lomba telah berlangsung, No peserta 6 dipanggil. Saya perhatikan dari balik jendela berkaca, Mila membaca puisi jauh lebih bagus dari latihan tadi pagi. Penghayantan dan vokalnya lebih mantab. Saat melihat ke 3 juri menganguk-anguk tanda puas dengan penampilan Mila, saya tambah yakin dia bisa masuk 3 besar.

Alhamdulillah … Maha Besar Allah yang mengijinkan Mila Juara 1 dan Insyaallah akan melanjutkan perjuangannya menjadi duta Kab. Lumajang menuju tingkat Propinsi Jawa Timur tepatnya tanggal 21 Mei 2013 di Surabaya. Amiin

Mungkin ini prestasi kecil bagi sebagian orang, namun bagi kami (guru dan siswa desa) adalah prestasi yang BESAR.

Terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu Guru yang membantu Mila mencapai cita-citanya sampai di tingkat propinsi. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu yang sudah memberikan informasi tentang adanya lomba ini sehingga Mila tidak kehilangan kesempatan untuk meyalurkan bakatnya. (mohon ma’af tidak bisa menyebutkan nama, semoga Allah memuliakan Anda semua).

1 penghayatan'Ke depan kami berharap pembimbing dan atasan kami memberikan kesempatan kepada kami untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Beri kesempatan kami untuk lebih memberi arti kepada generasi negeri ini dan biarlah SEANDAINYA  KAMI KALAH, NAMUN KALAH SETELAH BERUSAHA DENGAN SEMAKSIMAL MUNGKIN. (ayo mendidik)

 

Berikut ini Puisi yang dibacakan MILA saat lomba HAN tingkat Kab. Lumajang tahun 2013

Amelia Agustina

dengan buah karya

 WAYANG KULIT

Sejak dulu kala

Engkau yang  berasal dari kata Ma Hyang

Mulai tahta Mataram hingga kejayaan Sunan Kali jaga

Hadirmu penuh wibawa sarat dengan makna

Menjadi penyejuk dan silsafah hidup insan

 

Engkau sebuah bayangan

Akan hitam dan putih kehidupan

Segagah suara dalang

Secerah cahaya blencong

Menari, berlari, dan terbang di atas kelir

 

Hati terhayut lirih lantunan sinden

Senada dengan ketukan gemelan

Semakin mebuat sukma gemuruh

Memahai lakon kehidupan

 

Malam mengalir tak terasa

Hingga pagi menimpa

 

Engkau pernah melihatnya?

Jika tidak,

Mari rasakan nikmatanya Budaya Indonesia

Penuh tata krama

Lumajang, 11 Mei 2013

Amelia Agustina

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Mei 14, 2013, in puisi and tagged . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. keren. sangat membantu

  2. Menelaah dari berbagai hasil kejuaraan lomba kreativitas siswa kabupaten Lumajang dari tahun ketahun, siswa dari wilayah “pinggirian” justru banyak mewarnai prestasi dibeberapa event lomba. benar kata orang jawa : jaman wis malik
    sekarang prestasi bukan monopoli orang kota, justru anak desa yang banyak mendapat sentuhan guru-guru yang boleh dikata”militan” bisa dapat bersaing, dan setara dengan yang di kota. Tak heran di negara2 maju menempatkan wilayah edukasi (kampus,sekolah) sekarang sudah banyak berpindah kewilayah pedesaan yang jauh dengan hingar bingar perkotaan.

    Dan saya berdo’a dan banyak berharap semoga nanti dapat membawa nama baik Lumajang.
    Maju terus pantang Mundur

  3. Alhamdulillah dengan kerja keras, tuntas, cerdas, ikhlas akhirnya buahnya manis dirasa. Selamat berjuang semoga dapat menggapai prestasi yang lebih tinggi. Amin YRA

  4. selamat ustad, semoga Mila dapat berhasil di tingkat Prop. dan Nasional Amiin.
    saya ikut bangga. Sukses.

  1. Ping-balik: perjuangan tim puisi siswa desa | ayo mendidik

  2. Ping-balik: puisi buat bu hariyati | ayo mendidik

  3. Ping-balik: ibunda, do’aku menyertai pertemuanmu dengan-Nya • Guraru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: