ide guru kreatif menghadapi siswa berambut modis

model rambut siswa modisMenjadi guru adalah tugas mulia. Guru tidak sekedar mentranfer kecerdasan akademik, namun tugas yang lebih mulia adalah membantu siswa menjadi insan berbudi pekerti yang luhur. menjadikan anak manusia menjadi manusia yang berahlak mulia. Dengan demikian guru dituntut menjadi INSAN yang CERDAS dalam memberi TELADAN dan juga MENCARI SOLUSI PERBAIKAN bagi anak didiknya yang perlu pendidikan.

Satu masalah yang sering muncul adalah model rambut siswa yang meniru para artis atau idola lain yang mereka senangi. Tak layak rambut mereka ada yang disemir, rebonding, atau dipotong model lain yang aneh-aneh.

salah satu siswa Sekolah Dasar yang membuat model rambutnya "keren" bagi mereka

salah satu siswa Sekolah Dasar yang membuat model rambutnya “keren” bagi mereka

Bagi bapak ibu guru yang sudah banyak makan garam, mari berbagi ilmu, BERBAGI SOLUSI TERBAIK, bagai mana cara mengatasi siswa yang berprilaku demikian. Kami tunggu solusi Anda, insyaallah ide Anda akan kami jadikan “sumber pustaka” dalam tulisan kami. jazakallah … ayo mendidik

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Agustus 29, 2013, in inovasi pembelajaran and tagged . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. dari Ibu Anugrah Indra Alfarisi :
    Harus ada kerjasama 5 Unsur : Guru-Ortu-Masyarakat-PakarPendidik n Psikolog + Matikan TV mulai skrg

  2. dari Bp Harianto tempeh :
    sebuah dilema pak guru. ketika seorang guru sudah memberikan contoh, nasihat maupun tingkah laku yang baik, namun ketika anak didik sudah kembali ke lingkungan rumah maka yang terjadi biasanya malah sebaliknya. mereka lebih mudah mencontoh hal-hal yang baru yang menurut mereka lebih gaul. anak lebih bnyak waktunya di rumah daripada di sekolah. Namun kalo mereka di rumah, pengaruh yang lebih kuat adalah teman (yang notabene biasanya bergaul dengan yang lebih tua), televisi dan internet. diperparah keadaan dimana ORTU jarang di rumah, atau bahkan tidak ada di rumah (kerja jadi TKI) sehingga mereka kurang mendapat kasih sayang dan perhatian dari orang tua. bahkan yang lebih parah terkadang malah membiarkan si anak. Kalo menurut saya yang perlu dilakukan adalah :
    1. melakukan pendekatan kepada anak tsb, beri pngertian kalo model seperti itu bukanlan ciri khas orang indonesia dan budaya yang tidak baik serta tidak pantas ditiru
    2. kalo masih tetap, konsultasikan dengan bapak ibu guru serta KS bagaimana sehasrusnya ditindak.
    3. Kalo masih tetap, hubungi ORTU atau Wali dirumahnya, agar diberi tindakan lebih dulu oleh ORTU.
    4. Kalo masih tetap ya ditindak sendiri aj, dipotong gundul. karena ga mungkin dipotong separuh2.

  3. Pertama, agar anak-anak tidak mencari idola lain, para guru berupaya tampil semodis mungkin, jauh dari sikap kaku, familiar, all out, multi talenta, dan mengembangkan kreativitas dg banyak membaca. jika bicara insporatif, mampu menjadi motivator hebat, dan semua peformencenya menarik bagi siswa. Tapi ini sulit, kalau tidak bisa lakukan apa yang mungkin dulu.

    Kedua, rebut jiwa anak didik agar merasa siswa yang paling penting di mata guru, beri apeasisi terhadap kelebihannya, puji dan beri riward, beri perhatian thdp prestasi dan kelebihnnya. Beri layanan merata kepada siswa agar mereka merasa mendapat sentuhan batin dari guru.

    Ketiga, jadikan agama sebagai bingkai moral anakk. Dalam hal ini bukan untuk didalili, tetapi diajak mempraktekkan dalil -dalil yang selama ini terkesan verbalistik.

    Keempat, perlu membangun kebersamaan para guru agar langkah di sekolah holistik, bukan parsial. Kalauperlu mulai kepala sekolah sampai Pak Kebun juga menciptakan suasana sekolah yang kondusif sehingga anak menjadi tenang, merasa nyaman dan mengakui “madrasati jannatii”.

  1. Ping-balik: ide guru kreatif menghadapi siswa berambut modis • Guraru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: