cara jitu agar siswa rajin sholat

37052_10151426236021840_645090924_nSangat berat sekali melakukannya. Hari ini saya terpaksa harus mencubit satu persatu siswaku. Kenapa bisa begini? Bukan karena mereka tidak bisa matematika, bukan karena mereka tidak bisa IPA, atau bukan karena mereka tidak memakai seragam lengkap. Namun karena mereka tidak sholat lima waktu.

Awalnya ditahun ajaran baru selama 3 minggu saya memberi wejangan dan motivasi agar sholat mereka tegakkan. Hasilnya tidak lebih dari 4 siswa dari 36 siswa yang sholat, itupun masih lubang-lubang. Ketika ditanya apakah orang tuanya tidak menyuruh sholat? Banyak yang bilang orang tuanya tidak sholat dan banyak di antaranya ditinggal ke negeri seberang.

Akhirnya, kami buat kesepakatan dengan anak-anak, bagi yang tidak sholat 1 waktu kena jiwit satu kali. Kelas menyutujui.

Esok harinya. Usai baca surat-surat pendek dan berdo’a sebelum belajar. Salah satu siswa berbisik, “Pak katanya akan ditanya yang solat?” Saya keliling menghampiri siswa satu persatu  untuk menanyakan sholatnya? Hasilnya lumayan ada peningkatan signifikan. Hanya ada 2 anak yang tidak sholat sama sekali (5 waktu).

Gmn menurut shobat guru cara ini?ada solusi yang lain?komentar di bawah ya (jazakallah)

 


Kami Tunggu DUKUNGAN Anda

Klik Gambar di Bawah ini (isi data Anda dan di bawah isi dengan nama m. subakri >> https://ayomendidik.wordpress.com >> email ayomendidik@yahoo.com) TERIMA KASIH atas KEBAIKAN ANDA

MAJUTERUS PENDIDIKAN INDOESIA

Recent Posts :

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on September 19, 2013, in Tips&Trik and tagged . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. mengajak orang untuk sholat itu adalah merupakan suatu da’wah yang sangat mulia tak terkecuali terhadap anak didik kita, sungguh kita memang punya kewajiban untuk mengajarkan membimbing dan terus menuntun mereka untuk senantiasa menjalankan syari’at islam secara keseluruhan dan tentunya yang utama adalah Sholat, dan menurut saya berda’wah untuk mengajak orang sholat sepertinya bukan hal yang mudah dan tentunya sangat berat dan banyak tantangannya. semangat anda untuk mengajak murid2 anda untuk mendirikan sholat lima waktu sangatlah luar biasa mulia dan hebat, sebab saya fikir di zaman sekarang sangatlah jarang para tenaga pendidik yang berfikir seperti anda.(semoga anda diberikan kesabaran, kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan misi mulia anda). Amien.
    namun permasalahan yang anda hadapi mungkin bukan cuma anda yang menghadapi, mungkin ada juga yang seedang kebingungan untuk bagaimana mengatasi masalah seperti ini, namun jika kita ingin belajar bagaimana cara da’wah yang baik dan benar tentunya kita harus banyak belajar dari orang-orang yang memiliki tauladan yang baik, dan tentunya tidak ada tauladan yang paling baik kecuali tauladan Nabi Muhammad saw. maka belajarlah dari beliau bagaimana beliau berda’wah.
    namun sedikit saja penutup saran saya.
    ada beberapa hal yang mungkin anda boleh mencoba.
    1. dalam berda’wah anda harus ikhlas,
    2. jalankan da’wah anda dengan langkah-langkah yang baik,
    3. jika terhadap anak didik, berikan mereka pengetahuan tentang sesuatu yang hendak anda da’wahkan (ajak) sebelum mereka melakukannya agar mereka mengerti dan tidak terkesan taqlid.
    4. jika sudah berda’wah dengan benar dan baik sementara anak didik anda masih juga belum bisa mengikuti da’wah anda, maka janganlah anda berputus asa, teruslah jalankan misi da’wah anda dan jangan hiraukan apa yang anda hasilkan dari usaha anda, serahkan semuanya kepada Allah swt.
    5. jangan pernah mengajak kepada anak didik anda terhadap apa yang tidak anda jalankan, dan janganlah melarang anak didik anda untuk melakukan sesuatu yang buruk sementara anda sering melakukannya, karena itu akan sangat mencoreng nilai da’wah anda (mulai dari diri sendiri)
    6. Istiqomah…..

    demikian semoga bermanfaat. jika itu baik maka ambilah dan jika itu kurang bahkan tidak baik maka abaikanlah bila perlu buang saja.

  2. Sesekali perlu juga mengundang ortu / wali siswa untuk memberi penjelasan tentang pentingnya kegiatan dan pembekalan spiritual anak agar ortu / wali siswa juga berkenan untuk memberikan dorongan dan contoh kongkrit. Semoga berhasil. Amin.

  3. klo hukuman fisik sekarang sudah kurang cocok, sebaiknya memang ada kerjasama antar guru/sekolah dengan ortu murid masalah sholat ini. agak susah klo dirumah ortu g sholat tp nyuruh anaknya sholat. anak butuh keteladanan.

  4. mungkin beda kelas beda juga solusinya,,kalau yang pernah saya terapkan di kelas 3 SD, saya memberi bintang apabila anak sholat 5 waktu dan saya bisa tau anak tadi sholat shubuh atau tidak dari aura wajah dan kesiapannya dalam belajar,jadi anak tidak bisa berbohong kepada saya. biasanya anak yang sholat shubuh dia lebih siap untuk belajar, hingga pada suatu saat, ada murid yang datang ke meja saya dan berkata, “bu saya hebat ya hari ini, nilaiku bagus semua hari ini?”, dengan heran saya bertanya karena memang biasanya anak ini nilainya biasa-biasa saja, namun hari ini nilainya sempurna, “iya kamu hebat, koq bisa?”. Lalu dia menjawab,” ya iyalah bu,, hari ini aku kan sholat shubuh, makanya nilaiku bagus!”,katanya dengan bangga.

  5. wah,,, kl dengan hukuman fisik, bisa2 gurunya yg masuk surat kabar ,,, mungkin itu bisa diterapkan di sekolah tertentu, tetapi kl disekolah yg kondisi orang tuanya kritis tentunya akan kena masalah besar.

  6. kita mulai dengan sholat di sekolah berjamaah, namun harus istiqomah mudah – mudahan bisa berkelanjutan

  1. Ping-balik: download buku saku mendeteksi siswa rajin sholat | ayo mendidik

  2. Ping-balik: download buku saku mendeteksi siswa rajin sholat • Guraru

  3. Ping-balik: cara jitu agar siswa rajin sholat • Guraru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: