sekolah usia dini membentuk anak malas belajar

pendidikan usia diniPendidikan Usia Dini yang ada sekitar lingkungan kita membuat kami ikut prihatin. Semangat yang mengebu-ngebu untuk mencerdaskan generasi bangsa ternyata malah tidak sesuai dengan jalur pendidikan yang benar. Keinginan untuk menunjukkan lembaga yang berkualitas ditepuh dengan tindakan pendidikan yang keluar dari jalur pendidikan yang tidak sesuai dengan perkembangan belajar yang benar.

      Tidak ada bedanya proses belajara antara anak pendidikan usia dini dengan SD, SMP, bahkan SMA. Di lingkungan kami sudah biasa anak TK tiap sore ikut les membaca, menulis, dan berhitug di rumah guru mereka. Orang tua membimbing belajar putranya sampai berhitung mencapai angka 50. Bahkan sempat kami melihat ada guru TK menuliskan di papan tulis kelas B salah satu TK di Kabupaten kami seperti berikut ini.

           Hitunglah ! 

  1. 6 + 16 = …
  2. 11 + 12 = …   
  3.  dst

Inilah contoh yang harus segera dibenahi oleh para pemerhati pendidikan, sudah barang tentu lebih khusus seluruh guru sekolah Usia Dini.

Pada hal anak usia 2 – 7 tahun tahap perkembangan kongnitif mereka masih Pra-operasional. Anak masih cenderung bermain dan tidak bisa berfikir logika atau abstrak. Kemampuan bernalarnya belum juga maksimal. Pehamaan guru yang bertentangan dengan  psikologi perkembangan kognitif anak membuat siswa harus melewati masa pola berfikir yang tak wajar.

Menurut Piaget ada 4 tahap perkembangan kongitif pada seseorang dari bayi sampai menjadi dewasa sebagai berikut.

No

Umur

Tahap

1

0-2

Sensori Motor

2

2-7

Pra-Operasional

3

7-11

Operasional Kongkrit

4

11 +

Operasional Formal

Pendidikan Usia Dini berkisar usia 2-7 tahun (Pra-Operasional). Seorang anak masih sangat dipengaruhi oleh hal-hal khusus yang didapat dari pengalaman indra sehingga ia belum mampu melihat hubungan-hubungan sesuatu dengan kosisten.

Menurut Piaget proses perkembangan kognitif seseorang harus melalui suatu proses yang disebut dengan adaptasi dan organisasi. Adaptasi maksudnya pengalaman baru yang didapat siswa harus mengalami dua proses. Proses asimilasi, peyesuaian pengalaman baru dengan tingkat kongnitif siswa. Proses akomodasi, adanya perubahan perkembangan kognitif yang baru dari pengalaman baru.

 Namun kebanyakan guru di sekolah Usia Dini sudah mengajak siswa-siswinya menuju tahap Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas). Jika hal ini terus berlangsung maka yang terjadi maka siswa akan mengalami kelambatan dalam proses berfikir dan menganalisis suatau masalah. Bahkan akan mengalami kejenuhan dalam belajar. Belajar bukan hal yang menyenangkan namun sesuatu yang menyebalkan dan menakutkan.

Masihkah guru-guru di Usia Dini akan mempertahankan pemahaman yang selama ini salah? Semoga tulisan ini bisa dibaca oleh banyak sahabat guru terutama guru usia dini. Agar generasi kita menjadi generasi yang suka sekolah, suka belajar, dan menjadi pembelajar seumur hidup. Belajar bukan lagi peksaan, namun sudah menjadi kebutuhan yang menggembirakan. Selamat Mendidik.


ANIMASI AYO MENDIDIK DINAS TERKAIT

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on November 8, 2013, in teori belajar and tagged . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. imits di masyarakatpedesaan khususnya mereka bangga dg lembaga yg sel ama ini meluluskan anak didiknya sdh bisa calistung seprti halnya anak SD sehingga lmbga PAUD yg sprti itu sagat digandrungi utk itu sagat penting sekali memberi pengertian kpd walmurid tentang perkembangan anak

  2. pengajaran kepada anak itu harus disesuaikan dengan perkembangan kognitif ny ya… TFS… salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: