keterbatasan, menjadikan prestasi kecil lebih bermakna

juaraBau kemenyan segera masuk ke paru-paru sesaat setelah aku masuk ke rumah semi permanen itu. Secangkir kopi pekat sudah tersedia di atas meja dengan taplak yang sudah kusam. Perempuan tua mempersilahkan untuk meminum kopi tersebut. Meskipun tidak suka kopi, untuk menghibur si nenek aku meminumnya. Bau menyan itu semakin kuat aku rasakan, saat kepulan asap keluar dari dapur yang terlihat dari ruang tamu. Beliau lakukan ini kemungkinan karena cucunya (sherly kelas IV) akan kami ajak untuk bermalam di rumah karena esok harinya akan mengikuti lomba olimpiade MIPA.

Sherly sejak duduk di Taman Kanak-Kanak harus tinggal dengan neneknya. Ibunya meninggalkan dia bersama neneknya setelah cerai dengan ayah kandungnya. Si ibu merantau ke Kalimantan dan sudah menikah lagi dengan laki-laki lain. Sambil berkaca-kaca nenek tua melanjutkan ceritanya membuat aku hanya bisa diam dan turut berempati terhadapnya.

Wanita tua itu tergopoh-gopoh masuk rumah, kemudian membawa sebuah kresek besar yang berisi pisang, “Pisange awon Pak” beliau bilang. “Tidak apa-apa bu, terima kasih”. Bersama Sherly dan Dina kami naik sepeda motor berboncengan tiga orang menuju rumah di Lumajang.

Dina juga salah satu siswa kami kelas V, nasibnya juga sama. Ayah dan ibunya sejak ia duduk di kelas II SD sudah meninggalkan Dina untuk bekerja di negeri Malaysia. Ia tinggal dengan nenek dan kakeknya di rumah yang sederhana layaknya Sherly.

Beginilah yang bisa kami lakukan. Untuk pembinaan mata pelajaran tidak bisa kami lakukan seperti pembinaan puisi atau mendongeng. Pembinaan mata pelajaran MIPA harus lebih intensif dan perlu pembimbingan yang ekstra. Sengaja kami ajak ke rumah agar anak-anak bisa kami bimbing belajar lebih intensif.

Setelah hampir 45 menit berada di atas sepeda motor, kami tiba di rumah kontrakkan. Sherly dan Dina kami beri waktu istirahat 1 jam. Setelah sholat duhur anak-anak mulai belajar sampai sholat ashar. Habis sholat ashar belajar lagi sampai 30 menit menjelang sholat Magrib. Sambil menunggu sholat magrib kami ajak Sherly dan Dina untuk putar-putar melihat Lumajang. Roti bakar yang kami beli bisa dinikmati di teras masjid Al-Huda sambil menunggu adzan magrib. Lepas isyak dan usai makan malam, Sherly dan Dina kami bimbing lagi sampai pukul 10 malam. Rasa kantuk sudah tak terbendung di wajah mereka.

Dina dan Sherly makan  malam bersama di rumah, kayak dipondokan

Dina dan Sherly makan malam bersama di rumah, kayak dipondokan lauk seadannya

Saat mau ambil wuhdu sholat subuh, ternyata 2 anak ini sedang malanjutkan tugas belajarnya. Mereka pakai HP untuk melihat tulisan di buku, mereka tak berani menyalakan lampu karena takut mengganggu anggota keluarga yang lain.

Minggu pukul 07.00 pagi kami lanjutkan belajar hingga pukul 09.00. Setelah bersih-bersih diri pukul 09.45 kami berangkat menuju lomba dengan berjalan kaki. Tempat lomba dekat dengan rumah sehingga paling efektif dengan berjalan kaki.

dari kiri sherly, dina, dan admin ayo mendidik mejeng dulu sebelum berangat bagia foto grafer uqbah

dari kiri sherly, dina, dan admin ayo mendidik mejeng dulu sebelum berangat, bagian foto grafer uqbah

pasukan berangkat dengan berjalan kakai, dina, umi'nya ugbah mengendong unaisah, sherlu. dan uqbah nampak berjalan kaki di lorong perumahan

pasukan berangkat dengan berjalan kaki, dina, umi’nya ugbah mengendong unaisah, sherly. dan uqbah nampak berjalan kaki di lorong perumahan

Bersaing dengan anak kota untuk lomba mata pelajaran agak berat bagi anak desa. Dari berbagai faktor kami sangat terbatas. Dukungan orang tua, sarana prasarana, kondisi belajar di sekolah, dan juga tentunya bimbel. Hanya rasa ingin mencoba agar anak desa tahu bagaimana rasanya lomba di kota membuat kami terus mengirim mereka. Kadang-kadang berkhayal seandainya tempat tugas dekat dengan sekolah bisa memberi bimbingan kepada mereka lebih intensif.

Sambil menunggu pengumuman kami ajak mereka sholat di Masjid dan pergi ke salah saru warung makan yang lumayan baik (resto), tak lain adalah agar mereka juga bisa merasakan makan di warung kayak yang mereka lihat di televisi. Kami ingin mendidik mereka untuk mandiri, setelah kami beri tahu peta untuk menuju tempat lomba dan pulang ke rumah. Mereka mulai berani berjalan sendiri tanpa diawasi.

makan di salah satu warung makan di lumajang, biar Dina dan Sherly juga bisa merasakan makan di tempat seperti ini

makan di salah satu warung makan di lumajang, biar Dina dan Sherly juga bisa merasakan makan di tempat seperti ini

Alhamdulillah, dengan belajar sistem karbit Sherly masih mampu masuk peserta 10 terbaik. Prestasi kecil ini sangat berharga bagi kami. Di balik keterbatasan yang kami miliki masih bisa berbicara di ribuan anak berbakat di kota Lumajang.

Berikut ini prestasi Sherly dan Dina di semester ini ( semester genap 2014)

Dina Yuliana Kelas V :

  • Juara 1 Siswa Prestasi se Kecamatan Pasrujambe Tahun 2014
  • Juara 1 Lomba Mata Pelajaran IPA se Kecamatan Pasrujambe Tahun 2014
  • Juara 1 Lomba Sinopsis se Kecamatan Pasrujambe Tahun 2014
  • Juara 2 Lomba Olimpiade Sain Nasional Mata Pelajaran IPA Kecamatan Pasrujambe Tahun 2014

Sherly Kelas IV :

  • Juara 2 Lomba Baca Puisi se Kecamatan Pasrujambe Tahun 2014
  • 6 Peserta terbaik Lomba Baca Puisi Tingkat Kabupaten Lumajang Tahun 2014
  • 10 Peserta terbaik pemilihan siswa berbakat olimpiade IPA Tingkat Kabupaten Lumajang Tahun 2014

Mohon Do’a semoga mereka juga bisa sampai tingkat propinsi seperti kakak kelas mereka. Amiin 

Alhamdulillah, keterbatasan kami membuat prestasi kecil jadi lebih berarti

Alhamdulillah, keterbatasan kami membuat prestasi kecil jadi lebih berarti (dari kiri Dina dan Shery)

guraru

AYO MENDIDIK | m. subakri

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Februari 5, 2014, in prestasi siswa and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: