guru tak perlu beli baju

cintakuDari berbagai sisi guru merupakan pekerjaan yang paling nikmat. Apa lagi menjelang hari raya atau kelulusan siswa. Meja di kantor tak kelihatan permukaannya: kado, tas, sovenir, dan benda-benda lain ada di atasnya. Di dalamnya ada : tas, hem, baju taqwa, sarung, hp, dompet, bolpoint, dan beberapa benda lain.

Pernah saat jam pulang sekolah hp berdering, terlihat di layar kecil sms dari salah satu wali murid. “Tadz, sy tunggu di depan gerbang!”. Seorang ibu muda tersenyum melihataku, terlihat dari baju beliau dinas di DINKES. “Tadz, ini dari kami, terima kasih sudah membimbing anak kami. Kami tidak percaya dia bisa masuk SMP Favorit”. “Ah, dia memang anak yang cerdas bu, terima kasih”.

Tas kecil itu tidak saya buka, karena malu banyak orang dan juga guru yang lain. Sambil sembunyi di bali tembok kantor, “wah, HP samsung nih”. Mungkin beliau tahu kalau hpku udah jadul dan ketinggalan jaman.

Kisa di atas empat tahun saat saya mengajar di sekolah Full Day School Full Education. Dengan wali murid yang sebagian besar PNS, TNI, POLRI, pengusaha sukses, dan sebagian petani kaya. Wajar saja kepedulian mereka amat besar.

Ah, tidak juga dulu, sekarangpun tetap demikian. Mengajar di desa ternyata wali murid tidak kalah di kota. Tiap hari raya dan kelulusan ada saja yang memberi hadiah baju dan sarung. Bahkan sering jug wali murid datang ke kelas membawa hasil bumi mereka : pisang, nangka, durian, sayur-sayuran, dan hasil bumi lain. Meski wujudnya berbeda, semua ini nilainya sama. Mereka peduli juga pada pendidikan anak meskipun caranya berbeda.

Bahkan sampai sekarang, hampir 90% kain yang menempel di badanku hasil pemberian wali murid

Pastinya guraruers juga sering mengalami hal yang sama bukan? Jika demikian, maka, “Dan Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Ar-Rahman. Ayo Guru Indonesia lebih peduli lagi pada siswa kita, agar Allah juga penduli pada kita. Amiin

ijin pakai gambar dengan judul writingletters.jpg yang ada di galery guraru.org. trims

guraru

AYO MENDIDIK| m. subakri

***************

ANIMASI AYO MENDIDIK DINAS TERKAIT

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Februari 18, 2014, in Prestasi guru and tagged . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Banyak orang pintar….tapi sedikit orang yang peduli…dalam matematika 1-1=0…dalam Agama 1 – 1 = 2 (kebaikan 1 diberikan kepada orang 1 yang lain hasilnya 2 = sama-sama mendapatkan kebaikan/pahala, orang yang memberi kebaikan maupun orang yang menerima kebaikan, dan berlipat terus kebaikan/pahala tersebut apabila kebaikan diteruskan ke orang lain., begitu seterusnya). Sukses Mas Bakri..kami tunggu di rumah ya…

  2. selamat pagi saudaraku….,,, semoga selalu sukses…,, Amiennn……

  1. Ping-balik: terima kasih batiknya pak saleh pamekasan | ayo mendidik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: