project base learning mencipta balon udara

3. memberi energi asap dari api pbl balon udaraRamai dan riuh siswa SDN Jambekumbu 03 memenuhi lapangan sekolah pagi ini. Bukan untuk senam, upacara atau latihan berbaris. Bukan pula untuk bekerja bhakti membersihkan lingkungan. Pagi ini ada cara yang tidak seperti biasanya akan terjadi. Hari ini akan diterbangkan delapan balon buatan siswa kelas 6 hasil proyek kelas enam pada materi gaya dan gerak.

Tampak di tengah lapangan siswa kelas 6 sedang sibuk mempersiapkan segala perlengkapan yang akan digunakan dalam penerbangan. Delapan balon udara di tengah lapangan yang siap diterbangkan sangat menarik perhatian siswa, guru ataupun wali murid yang sengaja hadir untuk menontonnya. Dengan penasaran mereka bertanya-tanya apakah benar delapan balon di depan mereka akan benar-benar terbang atau tidak.

berdoa sebelum menerbangkan  balon salah satu bentuk penanam karakter religius "Allah penentu segalanya" serta untuk keselamatan kerja

berdoa sebelum menerbangkan balon, salah satu bentuk penanam karakter religius “Allah penentu segalanya” serta untuk keselamatan kerja

Dengan cekatan siswa kelas 6 yang di punggawai Agela Rahman, Akmal Umirul , Agus Iswanto, Shindy, Fadli, Idah, Ulva dan kawan-kawannya dibantu oleh Bapak Priya, Bapak Inggit dan Bapak Sudarno telah selesai mempersiapkan semua perlengkapan untuk penerbangan balon. Cerobong asap, daun kepala yang kering, dan minyak gas telah siap untuk menerbangkan balon. Tidak ketinggalan sepeda motor yang di siagakan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Akhirnya acara penerbanganpun dimulai. Balon pertama yang diterbangkan adalah balon udara yang terkecil. Agar dapat terbang maka balon tersebut diisi gas yang dihasilkan oleh pembakaran daun kelapa kering dan dialirkan oleh cerobong asap yang terbuat dari seng ke dalam balon. Setelah balon udara terangkat oleh udara panas dalam balon maka diletakkan “sumbu” yang terbuat dari kaleng yang diisi kain, lilin, minyak gas dan dinyalakan yang bertujuan untuk mempertahankan daya angkat udara ke atas.

penerbangan dimulai, kerja sama antar anggota team merupakan kunci suksesnya

penerbangan dimulai, kerja sama antar anggota team merupakan kunci suksesnya

Sorak-sorak bergemuruh di lapangan sekolah seiring terbangnya balon yang pertama. Kerja keras selama dua minggu untuk membuat balon seakan terbayar lunas. Kini balon itu telah mengudara, melayang-layang membawa harapan dan cita-cita pembuatnya siswa kelas 6 lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Terbangnya balon pertama ini adalah bukti bahwa apa yang kami lakukan dengan susah payah selama hampir dua minggu menghasilkan balon yang benar-benar bisa terbang, tidak hanya dalam bayangan dan pikiran kami. Kami sebagai guru merasa senang dan bangga atas keberhasilan terbangnya balon itu.

Namun tiba-tiba bagian bawah dari balon terlihat percikan api yang kemudian menjalar dan membakar hampir semua bagian balon. Semua penonton panik, balonpun jatuh di sekitar pohon durian yang selama ini menghasilkan buah kebanggaan masyarakat Gencono. Pak Inggit langsung membawa sepeda motornya dan menuju ke lokasi untuk memastikan bahwa balon tersebut tidak membahayakan. Beberapa siswa kelas 6 pun lari menuju lokasi sambil membawa air untuk memadamkan apinya. Betapa paniknya anak-anak ketika balon tersebut jatuh tepat diatas rumah Bapak Slamet. Dengan cepat Bapak Inggit menurunkan balon yang terbakar dengan sebilah bambu panjang dan Akmal Umirul langsung menyiramnya dengan air. Alhamdulillah balon yang terbakar telah padam dan tidak membahayakan lagi.

Dari jatuhnya balon pertama ini kita belajar bahwa balon akan terbang dengan baik jika ukurannya cukup besar dan “sumbu” tidak boleh terlalu besar agar api yang keluar tidak terlalu besar dan membakar balon yang hanya terbuat dari kertas layang-layang. Akhirnya dengan waktu yang singkat kita memodifikasi sumbu-sumbu di balon yang tersisa agar lebih kecil. Lilin, minyak dan kain dalam kaleng kita kurangi.

balon udara perlu energi yang lebih banyak agar bisa terbang lebih tinggi

balon udara perlu energi yang lebih banyak agar bisa terbang lebih tinggi

Singkat cerita, penerbangan balon berikutnya dapat berjalan dengan lancar. Dari delapan balon yang terbang, 2 balon gagal diterbangkan karena sobek saat proses penerbangan, 2 balon terbakar saat mengudara, 2 balon berhasil terbang namun tidak terlalu tinggi dan yang paling menakjubkan adalah 2 balon yang berhasil terbang sangat tinggi hingga mata kami tidak dapat melihatnya karena menembus awan-awan diatas sekolah kami.

Rasa senang, sedih, tegang dan gembira tampak selama proses pembuatan dan penerbangan balon. Hampir selama dua minggu siswa merencanakan, merancang, mencoba-coba hingga menghasilkan desain yang terbaik. Selama dua minggu pula hampir tiap hari mereka tidak lepas dari balon meraka. Sesekali mereka merasa frustasi bila balon yang mereka buat tidak sempurnya atau terdapat lobang di sana-sini dan terpaksa harus membuatnya lagi. Sesekali terlihat konflik dalam satu kelompok yang hanya terdiri dari empat anak. Namun satu hal pasti yang telihat setelah penerbangan berhasil dilakukan, yaitu kebanggaan dan kepuasan.

Penerbangan balon udara proyek siswa kelas 6 ini telah mengajarkan kita banyak hal. Kita guru dan siswa belajar banyak hal tentang arti kerjasama, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, bagaimana merancang dan melakukan, belajar sambil melakukan, tidak segan memperbaiki kesalahan, bahkan hingga bagaimana mengatur keuangan. Agung Mahesa salah satu kelas 6 berjanji akan membuatnya lagi suatu hari nanti dengan balon yang lebih besar lagi.

balon udaraku terbanglah setinggi langit untuk mengapai cita-cita kita bersama "SUKSES"

balon udaraku terbanglah setinggi langit untuk mengapai cita-cita kita bersama “SUKSES”

Proyek kelas enam pembuatan balon menerapkan metode PBL (Project Base Learning). PBL adalah salah satu metode pembelajaran dengan penekanan agar siswa menghasilkan produk diakhir kegiatan. Proyek yang dikerjakan haruslah melibatkan materi, tori, nilai dan prinsip yang telah dipelajari di kelas. PBL akan meramu teori-teori tersebut dan membuat pembelajaran lebih bermakna, lebih seru, menguatkan ingatan jangka panjang dan pemahaman yang mendalam. PBL juga salah satu metode pembelajaran yang direkomendasikan untuk di gunakan di Kurikulum 2013. Mari kedepan kita bersama menyonsong kurikulum 2013 dengan banyak belajar mau mengubah cara mengajar kita menjadi lebih baik.

dedikate : enjang bayu irawan dan mokhamad subakri (alumni guru pemandu matematika sd p4tk matematika yogyakarta)

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on April 30, 2014, in alat peraga, inovasi pembelajaran IPA and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. PEMBELAJARAN SANGAT PERLU DIACUNGI JEMPOL, pesan ke teman guru jika mencoba harus betul-betul diperhitungkan keselamatan kerja teruta jika gagal terbang dan jatuh di atas rumah.

  2. selamat ….. balon sudah terbang keangkasa, seiring dengan semangat siswanya untuk menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Semangat terus ustad…. saya jadi iri. Maju terus dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: