wanita remang-remang

wanita remang-remang ayo mendidikAdzan subuh berkumandang, alam masih tertutup selimut gelap bayang-bayang bumi, burungpun belum ada yang berani berkicau, hanya ayam jantan setegah jam yang lalu bersahut-sahutan menyambut Malaikat Rahmat datang ke bumi. Bayang-bayang samar-samar, sosok wanita nampak dari arah timur berjalan di sekitar remang-remang gelap pagi. Beberapa menit kemudian wanita paruh baya ini melitas di depan musholah Ar-Rohman. Ditangannya sering terlihat segerombolan kunci bergelantung. Suara gesekan kakinya dengan jalan tak asing lagi bagi kami. Peristiwa ini kami saksikan selama tinggal di kotrakan, ya sejak Desember 2009.

Seperti pagi itu, dari balik tembok musholah nampak bu Ida (sebut saja nama beliau seperti ini) berjalan dengan membawa payung. Memang sejak subuh tadi hujan mengguyur kota Lumajang. Dia juga menutup bagian atas kepalanya dengan handuk kecil. Ya, kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Sudah lebih ¼ windu kesempatan untuk diskusi dengan beliau terlewatkan begitu saja. Akhirnya, beliau setuju untuk “pinarak” di rumah kontrakan kami.

Hampir kebanyakan orang menganggap pekerjaan beliau remeh, namun  sebenarnya besar bagi proses belajar pendidikan di lembaga tempat beliau mengabikan diri. Tugasnya hanya menyapu halaman sekolah dan gang dari jalan Sultan Agung menuju TK Dharma Wanita Lumajang. Selain itu tugas beliau juga menyiram tanaman yang ada di sana. Boleh dikatakan beliau sebagai Cleaning Service di pagi hari. Biasanya menyelesaikan tugasnya berkisar pukul 06.30 s.d. 07.00.

Pekerjaan tersebut sangat penting artinya bagi proses belajar yang akan berlangsung siang harinya. Lingkungan sekolah menjadi bersih, asri, dan adem. Siapa saja yang melintas di jalan sekitar sekolah tersebut akan senang melihat semua itu. Begitu juga bagi guru dan siswa, kondisi lingkungan yang nyaman itu membuat mereka lebih betah untuk tinggal berlama-lama di lingkungan sekolah.
Begitulah sekolah yang baik, kepala sekolah mampu menata etos kerja yang rapi. Kerja tim yang baik dari seluruh elemen pendidikan turut mendukung kesuksesan tujuan pendidikan. Elemen pendidikan tersebut bekerja sesuai tupoksi masing-masing. Kepala sekolah sebagai manager, pembimbing, dan pelindung. Guru tugasnya mendidik dan mengajar, TU sebagai tugas administrasi, dan begitu juga bagain sarpras dan cleaning service. Semua bahu membahu mewujudkan misi dan visi sekolah. Sehingga tidak terjadi lintas pekerjaan. Semisal guru harus mengerjakan administarsi, sedang TU malah mengajar. Atau malah kepala sekolah menjadi cleaning service. Jika hal ini terjadi jelas tujuan dipendidikan dilembaga tersebut tidak tercapai dengan maksimal.

Ibu Ida adalah salah satu TELADAN bagi kita bagaimana beliau menunjukkan SIKAP DISIPLIN yang tinggi DENGAN DATANG MENJELANG SUBUH. IKHLAS BERKERJA dengan SEPENUH HATI TANPA DIAWASI. Bahkan pulangpun sesuai jadwal bahkan bisa melebihi sebagai BUKTI KECINTAANNYA TERHADAP PEKERJAANYA. Tak pernah MEMBANDINGKAN gajinya dengan gaji rekan kerja yang lain, yang jelas-jelas gajinya jauh di bawah rata-rata. GAJI KECIL tak membuat beliau MENGELUH apalagi malas dalam menjalankan tugasnya.

bu ida melintas di sebelah musholah usai menuntaskan kerjanya

bu ida melintas di sebelah musholah usai menuntaskan kerjanya

Semoga kita sebagai bagian dari elemen pendidikan bisa meniru teladan Bu Ida. Mampu memberikan “umpan bola” yang tepat sesuai denga tupoksi kita secara maksimal. Sudah saatnya guru-guru kita lebih menunjukkan kinerja yang maksimal, apa lagi bagi kita yang sudah bersertifikasi. Mari tunujkkan dedikasi yang lebih baik.

Bagi Bapak/Ibu guru dan wali murid yang memiliki rekan kerja dedikasi tinggi. Baik itu Ka UPT, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, TU, Cleaning Service, atau yang lain selama turut menduduk pendidikan silahkan kirim ke email ayomendidik@yahoo.com. Kami tunggu informasi Anda.

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Mei 17, 2014, in guru inspiratif and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. sementara masih kumpul2 naskah untuk di up-load…

  2. ada saja idenya, tidak pernah kering. sukses mas m subakri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: