ibu guru muda tukang jaga kios bensin dan tambal ban

ibu guru tukang tambal ban ayo mendidikSejak dulu kami perhatikan ada yang luar biasa pada diri perempuan muda ini. Tiap kami lewat di Jalan Swandak Timur depan Indomart Swandak selepas magrib pasti nampak beliau duduk di balik kios bensin dan tambal ban sederhana. Terkadang membaca buku, sedang melayani pembeli, dan terkadang sibuk dengan netbooknya.

Kisah-kisah itu begitu saja terlewatkan di lensa mata dan sesekali waktu terlintas pada memori otak. qodarullah, kesempatan untuk berbagi cerita bisa beliau setujui. Malam Minggu, 17 Mei 2014 ba’da isya’ dewan redaksi bisa mewawancari beliau.

 ibu jazail sedang menata botol-botol bensin

ibu jazil sedang menata botol-botol bensin

Diangkat menjadi guru CPNS tidak membuat ibu guru muda ini melepaskan kesetiaanya pada dunia kerja yang selama ini menopang proses kehidupan diri dan keluarga besarnya. Jadwal jaga kios bensin dan tambal ban tetap dijalani tiap harinya. Bentuk kesetiaan kepada ayahanda benar-benar perlu diteladani dari ibu guru sekolah dasar ini.

Sejak duduk di bangku kelas 5 SD, beliau sudah malang melintang di dunia kerja layaknya laki-laki dewasa. Sepesialisnya saat kelas 5 dan 6 SD adalah penjual bensin, baru usia SMP dia mulai belajar memompa ban. Semua ini ditekuninnya bukan untuk mendapat upah dari Bp. Selamet (ayahandanya), namun sebagai bakti kepada sang bapak. Dia hanya dapat bonus, setiap ada uang memompa ban, ongkos pompa boleh digunakan untuk tambahan uang saku ke SMP.

Adalah Jazilatul Khoiroh, S.Pd.SD. guru SDN Kalisemut 01 Kec. Padang merupakan sosok ibu guru muda yang tak kenal kata “malu” atau “minder” dalam dunia kerja. Tukang jaga kios bensin dan tambal ban bagi sebagian anak muda apa lagi kaum hawa adalah pekerjaan yang tidak bonafit. Tidak bagi keluarga dan putra-putri Bp . Slamet.  Putra-putrinya, Zajillah dan kakaknya adalah pemuda-pemudi produktif yang tak mengenal lelah untuk bahu membahu memutar roda ekonomi keluarga mereka.

Kerja keras ibu guru muda ini dibalas oleh  Allah dengan penghargaan dengan diangkatnya beliau menjadi guru PNS di Pemerintahan Kabupaten Lumajang. Dari hasil kiosnya, selain agar dapur terus berasap. Putra-putri Bapak Slamet juga bisa kuliah dan menjadi orang yang sukses. Saat kami menulis Bp. slamet sedang dipanggil ke Tanah Suci untuk melaksanakan umroh (luar biasa).

lagi asyik memompa ban

lagi asyik memompa ban

Adalah rahasia menarik bagi kami kenapa dengan posisi sudah menjadi pegawai negeri Ibu Jazillah masih setiap sebagai penjaga kios bensin dan tambal ban. Akhirnya beliau mengungkapkan isi hatinya, dari kursi pesakitan ini (tempat dia duduk menunggu pembeli bensin) kami bisa kuliah dan menjadi pegawai, untuk itu sampai saatnya nanti saya akan tetap setia kepada kios dan bapak. Terus sampai kepan beliau akan di situ?. Ah, jawabannya menarik juga bagi pembaca yang masih bujang tentunya. “Sampai Allah menghadirkan pesangan hidup saya, artinya profesi jaga kios ini akan saya ganti untuk menjaga keluarga saya (suami dan anak)”. Subahannallah ….

Bagi yang ingin membuktikan kesetiaan guru muda ini ayo segera datang ke tempat kerjanya heeee …. (maaf ini di luar konteks wawancara sama beliau).

Barokallohufiikum … buat Ibu Jazillah, semoga kesetiaan ibu di sana yang telah diganjar oleh Allah bisa ditarik benang putih kesetiaan ke sekolah tempat ibu mendidik. Kami tunggu kisah Ibu Jazilla dalam pembelajaran di sekolah.

Semoga akan tercipta generasi yang benar-benar setiap pada kerja, bekerja dengan totalitas, dan bekerja ikhlas. Semoga ini bisa menginspriasi kita untuk bekerja lebih baik lagi, mengingat kita juga sudah dapat tambahan tunjangan profesi …. guru Indonesia kita tunjukkan dedikasi kerja yang maksimal.

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Mei 21, 2014, in guru inspiratif and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Semoga akan tercipta generasi yang benar-benar setiap pada kerja, bekerja dengan totalitas, dan bekerja ikhlas. Semoga ini bisa menginspirasi kita untuk bekerja lebih baik lagi, mengingat kita juga sudah dapat tambahan tunjangan profesi …. guru Indonesia, kita tunjukkan dedikasi kerja yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: