dia tak percaya kalau aku guru

dia tak percaya kalau aku guruSudah hampir 3 tahun ngontrak di rw ini. Sering bertemu dia karena memang tempat bermainnya kadang di depan rumah kontrakan. Dia termasuk anak yang rajin ke musholah.  Akhir-akhir ini agak dekat karena janjian sholat Ashar berjamaah di Musholah yang sepi pengunjung dan dilanjutkan belajar iqro’. Usianya berkisar 5 sampai 6 tahun.

Pagi itu sedang asyik memanasi sepeda motor di luar rumah. Si dia senyum-senyum lewat di samping saya. Nampak ada yang aneh di wajahnya. Aku cuman senyum melihatnya. Tiba-tiba dia bertanya, membuat aku KAGET, “Lo … pean guru ta? (lo, Anda guru ya?)”. Dia masih belum percaya melihat baju yang saya gunakan. “Benerta pean guru? (Apa benar Anda guru?)” … saya hanya bisa tersenyum ….. dia berlalu dengan rasa tidak percaya ….. aku juga tak percaya kalau aku guru …. karena setiap mimpi aku tak pernah jadi guru …. ??????????

dia tertegun di samping bunga-bunga yang terseyum pagi itu

dia tertegun di samping bunga-bunga yang terseyum pagi itu

Balik dari beli-beli sesuatu di warung, tiba-tiba, “Pak Guru … Pak Guru Rek ….”. Kata-kata itu semakin dekat di telingaku. Ia sudah berdiri di sampingku. “Pean Pak guru Ta?” …. “heeeeeee” jawabku. Akhirnya si kecil berseragam sekolah TK itu berlalu sambil terus berguman Pak Guru … Pak Guru ………. sy jadi sangsi juga …. apa sy guru ya?

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Oktober 16, 2014, in cerita siswaku and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Namanya anak TK, kan masih lugu. Dia tahu tentang Guru dari seragam Abu-abunya, Guru kan identik dengan seragam safari Abu-abu. Mas Bakri tidak boleh berkata, meskipun dalam hati “.….. aku juga tak percaya kalau aku guru …. karena setiap mimpi aku tak pernah jadi guru …. ??????????”. Yang dari kecil, dari cita-cita, dari mimpi ingin jadi guru, dan akhirnya jadi guru ini Guru yang Sebetulnya. Yang tidak dari kecil, tidak dari cita2, tidak dari mimpi dan akhirnya jagi guru ini Guru yang Kebetulan. Apapun namanya Guru Sebetulnya atau Guru Kebetulan, ketika saat ini menjagi guru, mari kita tingkatkan profesionalisme…tidak ada kata terlambat, harus jadi Guru yang Profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: