smp islam klojen dulu terlupakan, kini diidolakan

SAMBUT PAGI KAMI BISA LEBIH BAIK ayo mendidikDewan redaksi mengamati ada yang beda di sekolah lama ini. Sekolah yang sudah banyak dilupakan oleh masyarakat Lumajang ini ternyata kini berani tampil PERCAYA DIRI. Betapa tidak, berdasarkan pengamatan kami berulang-ulang sekolah yang berdiri sejak tahun 1975 kini memberikan pelayanan pagi dengan Sambut Siswaku Dengan Senyum Dan Salam.

Para guru nampak berdiri dengan cerah di depan gerbang yang sudah terlihat tua. Dengan sabar mereka menunggu satu persatu siswa mereka yang jumlahnya tidak sampai dengan dua angka terakhir pada tahun sekolah ini dilahirkan. Hampir semua guru yang belum PNS dengan ikhlas memberikan pelayanan prima kepada siswa-siswinya dengan menyambut mereka di depan pintu gerbang.

SAMBUT PAGI KAMI BISA LEBIH BAIK ayo mendidik

SAMBUT PAGI KAMI BISA LEBIH BAIK ayo mendidik

Hasil pengamatan kami juga nampak budaya Islami mereka muculkan saat siswa atau siswi bersalaman dengan guru-guru mereka. Siswa tidak berjabatan tangan langsung dengan Ibu Guru, begitu sebaliknya siswi tidak bersalaman langsung dengan Bapak Gurunya. Budaya ini sangat sesuai dengan julukan nama sekolahnya SMP Islam Lumajang. Ada yang menyebutnya juga dengan SMP Islam Klojen.

Saat jarum jam sudah lewat pukul 07.00, terkadang juga nampak siswa ada di depan gerbang. Dari sini jelas sekolah yang sebagian besar wali muridnya dari golongan ekonomi menengah ke bawah ini tetap mendidik siswanya untuk disiplin. Menurut penuturan ibu kepala sekolah pukul 06.50 pintu gerbang sudah ditutup, jadi siswa atau guru yang terlambat belum bisa masuk. Dengan 10 guru dan 2 TU yang semuanya masih bukan PNS, mereka yakin dengan pembelajaran  disiplin seperti ini suatu saat SMP Islam Klojen bisa menunjukkan dedikasi yang lebih baik.

nampak dewan guru menyambut siswa

nampak dewan guru menyambut siswa

kegiatan sholat dhuha dan one day one ayat ayo menididik

kegiatan sholat dhuha dan one day one ayat ayo menididik

Program lain yang patut ditiru dari sekolah ini adalah setiap pagi semua siswa dan guru sebelum pembelajaran dimulai melaksanakan sholat duha kemudian dilanjutkan dengan program one day one ayat. Sholat jama’ah dhuhur juga dilaksanakan usai pelajaran siang. Untuk program pengetahuan memang banyak kendala. Mengingat sekolah ini mendapat input siswa dengan nilai minimal maka proses peningkatan pengetahuan siswa masih perlu bimbingan khusus. Tambahan pelajaran dilakukan setiap hari Sabtu untuk kelas 9, sedangkan kelas 7 dan 8 melaksanakan ekstra wajib pramuka. Kegiatan keren lain yaitu adanya English Camp yang diadakan setiap hari Jum’at sore.

Dewan Redaksi juga disugui cacing. Tentunya tidak di ruang tamu dong, kami diajak oleh salah satu ibu guru sains yang membina siswa bagaimana membudidayakan cacing dari limbah rumah tangga. Di salah satu sudut sekolah nampak beberapa petak media untuk budidaya cacing tersebut. Semua dikelola oleh siswa dan pengawasan guru-guru mereka.

Dewan Redaksi siang itu ditemui oleh Ibu Kepala Sekolah. Di ruang tamu yang sederhana, nampak properti yang ada juga sudah setua usia sekolah. Seorang pegawai TU nampak bekerja dengan cekatan di meja yang sudah usang. Usianya juga sudah tak jauh berbeda dengan properti yang ada di kantor itu. Ketika ibu kepala sekolah masih menyiapkan beberapa berkas. Beliau (ibu TU) tersebut sedikit bercerita perjalanan panjang menemani sekolah yang banyak dilupakan masyarakat Lumajang ini. Rumahnya di Pasirian, gajinya hanya diambilkan dari dana BOS. Pembaca pasti bisa memprediksi berapa gaji beliau dan guru-guru di sana. Jika dana diambil dari dana bos dengan jumlah siswa berkisar 60 siswa.  Di lain sisi, mengingat hampir sebagian besar wali murid juga dari kalangan tidak mampu, maka sekolah tidak bisa menarik dana meskipun sekolah swasta. (ada yang berbaik hati ingin meningkatkan kualitas sekolah ini?-red)

DEWAN GURU YANG IKLHAS BERBAKTI

DEWAN GURU YANG IKLHAS BERBAKTI

Diakhir ceritanya, beliau bertanya apa tidak ada pengangkatan untuk pegawai TU ke jenjang PNS atau semisal sertifikasi. Saya hanya bisa terdiam, melihat wajah ibu tersebut berusaha menghibur dengan mengatur mimik berseri. Pertanyaan itu tak terjawab karena ibu kepala sekolah hadir di antara kami.
Baru kali ini kami masuk SMP Islam Klojen, dan kesan mendalam begitu terasa. Kami seluru insan pendidikan mewakili masyarakat Lumajang berdo’a semoga SMP Islam Klojen bisa segera bangit dan mampu sejajar dengan sekolah favorit layaknya SMPN 1 LUmajang dan SMPN 1 Sekodono. Tentunya harapan kami juga ada perhatian dari pemerintah daerah kota pisang ini. Semoga (admin)

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Desember 11, 2014, in ceritasekolah and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Sangat berimbang berita yang diangkat….selama ini kita disuguhi berita sekolah yang wah-wah, kini sudah saatnya semua diberi tempat. Sukses untuk admin dan sukses untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: