apa yang kita lakukan di hari terakhir sebelum liburan?

tim pembina siswa prestasi dari kelas viHari ini adalah hari terakhir masuk di semester ganjil 2014/2015. Hari terakhir ini bukan hari yang santai buat kami. Mengingat rapor belum selesai, rekap nilai juga belum kelar. Setelah liburan ada berbagai lomba di tingkat kecamatan. Mulai dari siswa prestasi, olimpiade sains, mapel, keterampilan, dan Pendidikan Agama Islam. Di lain sisi siswa kelas VI juga harus lebih sering belajar mengingat setelah liburan waktu menuju UAS juga sebentar.

Liburan dua minggu ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Program untuk kelas VI adalah menyelesaikan tugas di buku Detik-Detik Siap Tempur. Tugas akan dikirim via sms.

Sedangkan untuk kelas IV dan V persiapan lomba mapel. Mengingat jarak kami cukup jauh ke sekolah maka pembinaan akan dihandel oleh kelas VI. Jadi Pembina sementara adalah siwa kelas VI. Sejak 4 hari yang lalu proses seleksi pemilihan siswa juga dilakukan oleh anak-anak kelas VI. Sampai hari ini sabtu akhirnya sudah ditemukan siswa-siswi kelas IV dan V yang siap dibina oleh mereka.

Pembina kelas VI dipilih dari siswa yang pernah mengikuti lomba tahun kemarin. Satu siswa satu Pembina kelas VI. Tentunya buku dan hal-hal lain sudah kami siapkan untuk memfasilitasi mereka belajar.

Seletah persiapan untuk liburan tuntas, anak-anak mengajak jalan-jalan ke Magesari. Magesari adalah kampung terjauh di desa Jambekumbu, kampung yang berbatasan langsung dengan hutan dilereng gunung semeru sebelah timur laut.

Kamipun berangkat menuju arah barat, jalan rusak yang penuh batu membuat saya berkali-kali hampir terpeleset. Suasana adem terasa saat mulai masuk dusun Penangungan. Mampir sebentar di rumah Fajrin, salah satu siswa kelas VI yang termasuk Pembina. Perjalanan dilanjutkan, sebelum sampai pada tujuan hujan mengguyur deras. Kami harus berlari menuju pos kamling agar tidak basah kuyub.

harus-berteduh-karena-huja-mengguyur-seketika

harus-berteduh-karena-hujan-mengguyur-seketika

Baru saja duduk di pos tersebut, nenek tua datang sambil memberikan sesuatu di tangganya. Ya buah salak, beliau serahkan ke kami yang memang tidak siap makanan kecil. Ah, baik sekali nenek tersebut. Sambil tersenyum beliau berlalu, kami hanya bisa bengong melihat beliau masuk rumah yang terbuat dari bambu lusuh itu.

lalu-lalang-penduduk-dari-hutan-pemandangan-sambil-menunngu-hujan-reda

lalu-lalang-penduduk-dari-hutan-pemandangan-sambil-menunngu-hujan-reda

Hujan terus mengguyur, kami hanya bisa melihat hujan turun dan sesekali penduduk membawa rumput datang dari hutan. Yang sebagian besar adalah wali murid, hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang menyapa kemungkinan kenal karena aku guru dari anak-anaknya.

Setelah satu jam hujan sedikit reda, kami melanjutkan menuju ke barat. Setelah rumah terakhir ada makam, lepas itu mulai wajah hutan nampak di sana. Suasana mulai menyeramkan, hening dan hanya banyak tumbuhan di kanan-kiri. Anak-anak mulai merinding. Kami tidak berani melanjutkan perjalanan menuju hutan lebat karena nampak wajah langit semakin menghitam.

ini jalan perbatasan dari rumah terakhir ke hutan

ini jalan perbatasan dari rumah terakhir ke hutan

Segera balik kanan. Dalam perjalanan kembali air hujan yang lembut juga masih menyiram dusun itu. Berhenti di rumah Fajrin lagi. Ayahnya, Bp Sohibi menyambut kami, beliau juga guru di sekolah kami belajar. Ibu Sohibi menyiapkan makan siang buat crew Pembina dadakan ini heeeeee … makan siang ditemani suasana pegunungan mengingatkan saya saat smp dulu, karena sering bermalam di rumah teman daerah pegunungan juga.

makan siang di rumah pak sohibi, suasan nikmat meski makan apa adanya

makan siang di rumah pak sohibi (pak sohibi memegang telur), suasan nikmat meski makan apa adanya

Setelah menikmati kopi susu bikinan ibu Shohibi, saya berpamitan ke keluarga Bp Sohibi. Setelah mengantar siswa ke masing-masing rumahnya, mulailah aku masuk daerah kerajan. Nampak siswa kelas IV yang ditunjuk untuk persiapan lomba, berjalan membawa payung dan buku-buku ditangannya menuju rumah kakak kelasnya. Setelah beberapa meter, nampak seorang siswi duduk di depan rumanya sedang mengerjakan sesuatu. Ku injak rem sepeda motor, Nampak terlihat dia menikmati mendung dengan soal-soal olimipade sainsnya. Aku tinggalkan senyum buatnya, sembari berkata “kita akan ke Surabaya nantinya”. Gerimis terus menemani perjalanku di liku-liku jalan yang menurun. Entah dari mana asalnya, ada rasa TENTRAM dan BAHAGIA, meski aku  lupa tidak membawa mantel. Dalam hatiku terulang do’a “Semoga kalian bisa sampai propinsi ….”. amiin ya sob 🙂

tim pembina siswa prestasi dari kelas vi

tim pembina siswa prestasi dari kelas vi : dari kiri Fajrin (pembina IPA), Dina (pembina MTK), Tyas(pembina BD), Hofi (pembina IPS/PKn), dan Restu (pembina BI, tidak ikut krn rumahnya jauh), foto grafer Leha. admin ayo mendidik, belum sempat potong rambut heeee …..

 @ ini liburan pertama kami di semester ganjil

@  mendidik anak-anak bisa belajar tanpa guru 🙂

@ melatih kelas VI menjadi guru dan menyiapkan diri dengan mengajar juga belajar 🙂

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Desember 20, 2014, in cerita siswaku and tagged , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. saya sangat ingin bertemu dengan bapak subakrei dan cak martho

  2. alhamdulillah sama pak menperdalam materi ipa,mat,bhs untuk kelas 4,5,6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: