cara menenangkan kelas gaduh

menangani kelas yang ramai ayo mendidik 1Liburan sudah mendekati detik-detik terakhir. Mulai menata niat dan semangat untuk mengajar lebih baik lagi. Tentunya banyangan murid-murid kita sudah ada dipelupuk mata. Murid yang “baik” atau murid yang “nakal” ah jangan nakal ah tidak nyaman, kita ganti murid yang perlu bimbingan. Sahabat AYO MENDIDIK kami punya tips nih untuk mengadapi anak-anak yang perlu bimbingan. Kita simak yuk …

Bapak/Ibu guru yang kami muliakan. Pendidikan pastinya tidak lepas dengan kelas. Kelas tempat terjadi proses belajar dan mengajar. Kelas yang baik akan menciptakan pembelajaran yang produktif. Namun banyak kelas-kelas yang kurang terkondisi sehingga proses mengajar dan belajar tidak berjalan maksimal.

Pernahkah kelas Anda gaduh? Tentunya pernah bukan. Banyak cara yang digunakan guru-guru kita untuk merubah kelas yang gaduh menjadi kondusif, terarah, dan kembali fokus ke proses pembelajaran.

Penulis pernah mengamati di sebuah kelas. Saat itu tak sengaja melihat guru berusaha menenangkan kelasnya dengan memukul-mukul meja sambil mengatakan kalimat agar siswanya tidak gaduh. Karena jarak agak jauh penulis tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan guru tersebut. Pastinya Bapak/Ibu guru sering mendengar kata-kata “jangan ramai”, “jangan berisik”, “jangan nakal”, dan semisal kalimat itu.

Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi guru dan memperhatikan guru-guru lain mendidik. Cara tersebut akan efektif beberapa saat saja, selang beberapa menit kemudian kondisi akan kembali gaduh. Jika guru menenangkan dengan memukul-mukul meja, maka siswa akan cenderung semakin ingin ramai, bahkan akan ikut-ikutan memukul meja.

menangani kelas yang ramai ayo mendidik 1

Kalimat teriakan dan ancaman dari guru akan menanamkan jiwa “brutal” dan menolak tujuan baik tersebut. Karena energi guru saat itu mengeluarkan “amarah” dengan gelombang energi negatif yang diterima siswa, baik dari wajah guru maupun frekuensi suara yang tidak nyaman di telingga, berimbas hati siswa juga menolak. Dalam hal ini bisa disimpulan amarah guru (energi negetif) akan bertemu degan suasana gaduh (energi negatif) hasilnya adalah akan terbentuk energi negatif yang lebih besar.

Jadi, ketika ada kelas gaduh kekuatan yang paling ampuh adalah KETENANGAN JIWA GURU. Ketika guru masuk kelas dengan hati yang tenang dan suara yang lembut maka suasana yang akan terjadi adalah energi positif (guru) akan bertemu dengan energi negatif (suasana gaduh). Hasilnya dipastikan akan netral atau malah berubah energi positif yang menguasi kelas.

Bagaimana menciptakan guru memiliki energi positif kuat. Berikut ini ilmunya :

  1. BAWA KEKUATAN TERBESAR KITA

Sebelum masuk kelas baca do’a misalkan “bismillah, Ya Allah beri kekuatan pada pandangan dan ucapanku agar muridku menjadi anak yang baik”. Yakinkan kekuatan Allah membantu kita dan akan berhasil. Masuk kelas dengan kaki kanan.

  1. MASUK KELAS DENGAN TERSENYUM

Jika kelas gaduh, maka masuklah dengan tersenyum. Lihat satu persatu wajah siswa kita. Sekali lagi beri senyuman yang paling ikhlas, tatap mata satu persatu siswa kita. Tebarkan energi positif dari ketajaman mata kita.

  1. PANGGIL NAMA SISWA YANG MEMBUAT ULAH

Tentunya tidak semua siswa berbuat gaduh. Ada “biang kerok” yang menjadi kompor pemanas suasana sehingga kelas menjadi ramai. Lihat anak tersebut, panggil namanya dengan ditambahi kata yang baik. Misalnya anak tersebut bernama Rudi. Maka ucapkan, “Rudi anak yang baik, tenang ya!”. Dampaknya luar biasa, jika anak tersebut nakalnya menengah ke bawah pasti langsung luluh hatinya. Namun jika menengah ke atas, dia bisa berkomentar yang membuat kita semakin amarah.menangani kelas yang ramai ayo mendidik

Tahan amarah kita, energi positif harus tetap dipertahankan dan berhasil menguasi kelas. Jika dengan jurus pertama belum mempan, maka datangi anak tersebut pegang pundaknya dan katakana sekali lagi, “Rudi anak yang baik, Bu Guru tahu engkau adalah anak yang cerdas, pasti kamu bisa duduk dengan tenang”. Kami yakin dia akan menundukan kepala dan pandangannya. Jika tidak percaya bisa dicoba …. heee …. heeee

  1. PERLU JUGA HUKUMAN

Sekali waktu guru juga boleh memberikan hukuman kepada siwa. Hadiah dan hukuman harus tetap diberikan untuk keseimbangan perlakukan. Hukuman tentunya harus memperhatikan kesalahan yang dibuat siswa. Namun sebagai catatan hukuman adalah hal yang tetap mendidik agar siswa kembali ke jalan yang benar. Untuk memberikan hukuman yang produktif akan kita bahas di tulisan yang lain. Insyaallah.

Agar tahu hasil dari ilmu ini tentunya perlu adanya uji coba di kelas-kelas kita. Selamat mencoba, jika belum berhasil jangan menyerah. Beri kekuatan pada diri Anda untuk terus berlatih dan berlatih.

Bapak/Ibu guru, demikian tips kali ini. Anda punya tips yang lain, silahkan kirim tulisan Anda ke email ayomendidik@yahoo.com . Semoga pendidikan kita lebih menciptkaan generasi yang berahlak dan cerdas. (ayo mendidik)

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Januari 2, 2015, in kelas kita, Tips&Trik and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Oke banget tuh tipsnya.

  2. that”s very good ..we have tried and applied it in our class and the result is good enough

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: