jurus ampuh, agar siswa bisa membaca ala guru di pulau garam

pak soleh membimbing siswanya kelas 6 sdn tagangser lauk 4 kec waru kab pamekasan ayo mendidikAda yang aneh nampaknya saat membaca salah satu status fb yang menampilkan banner kegiatan pelatihan untuk guru. Nampak jelas tertulis di situ PELATIHAN JURUS UNTUK GURU. Yang mengadakan sekolah favorit yang berbasis Agama. Sebuah pelatihan yang unik kayaknya. Pinggin rasanya tahu apa isinya, namun ternyata kegiatan tersebut sudah terlaksana.

Namun dari pemilihan kata “jurus” dan “guru” sudah dapat diprediksi isinya berbagai macam trik dan cara guru bagaimana mengajar lebih baik. Mudah-mudahan lain waktu kami bisa datang ke panitianya sehinga bisa diskusi masalah pelatihan tersebut. Jika udah dapat, tentunya akan kami bagi kepada pembaca blog AYO MENDIDIK.

Yang kita diskusikan sekarang adalah sebuah “jurus” yang kami dapatkan dari negeri garam (Madura_red), tepatnya di Kabupaten Sampang. Sosok guru yang mengajar di daerah terpencil begitu banyak memberikan ilmu bagi kami. Ternyata “jurus aneh” yang beliau miliki tak pernah kami dapatkan di pelatihan-pelatihan di hotel berbintang sekalipun.

meski mengajar di desa, beliau datang lebih awal dan pulang lebih akhir, membimbing siswa adalah kecintaanya

meski mengajar di desa, beliau datang lebih awal dan pulang lebih akhir, membimbing siswa adalah kecintaanya

Di remang malam dan dingin kota Pamekasan. Dalam sebuah rumah sederhana tanpa plafon. Ditemani istrinya, beliau (Pak Soleh) menceritakan banyak hal tentang pendidikan yang beliau lakoni. Salah satunya tips bagaimana membuat siswa-siswi bisa menulis dan membaca.

Tugas utamanya guru kelas VI (enam). Tidak jarang murid terpencilnya banyak yang tidak bisa membaca. Kadang juga ada guru kelas di bawahnya minta tolog Pak Soleh untuk “menerapi” murid dengan “jurus” ampuhnya. Kebanyakan semua siswa-siswinya sembuh dari “penyakit tidak bisa membaca”.

Bagaimana sih tipsnya? Kita cermati bersama-sama :

“JURUS PERTAMA”

Bagi siswa-siswinya yang tidak bisa membaca atau menulis. Yang dilakukan pertama oleh Pak Soleh cukup mengamati seragam sekolah, tas, kaos kaki, sepatu, buku, dan alat tulis. Jika ada yang kurang, terutama baju, maka beliau segera membelikannya. Tentunya tidak minta ke BOS atau bantuan siswa miskin. Beliau ambil dari gajinya.

“JURUS KEDUA”

Beliau memberi tugas kepada siswanya untuk menulis dan membaca setiap tulisan yang dia temui. Bisa di sekolah, di rumah, di jalan, atau di manapun dia menumakan tulisan yang bisa dia pelajari. Jika tidak bisa, siswa bisa bertanya ke guru kelas, orang-tuanya, saudara, teman, atau orang lain yang bisa mengajari bagaimana cara membaca tulisan yang siswa temukan. Jadi siswa diajarkan belajar ke semua orang. Semua orang bisa dia anggap jadi gurunya, sehingga tak terbatas guru di kelas.

Dengan kegiatan ini siswa dituntut untuk lebih aktif secara mendiri belajar membaca dan menulis. Dia akan berusaha mencari tulisan dan mencoba untuk membaca dan menulisnya. Menarik bukan?

 “JURUS KETIGA”

Jika sudah bisa menulis dan membaca kata yang dia temui. Maka setiap harinya siswa tersebut harus menunjukkan di depan Pak Soleh. Si siswa menulis dan kemudian membaca di depan Pak Soleh pada buku yang sudah di belikan beliau.

Jika siswa tersebut mampu menulis kemudian membaca maka satu tulisan dihargai Rp500,00 (lima ratus rupiah). Jika mampu 10 kata maka 500 x 10 = Rp5.000,00. Sekali lagi uangya tidak minta ke BOS atau Beasiswa, beliau memberi dari uang sakunya sendiri.

Ah, “jurus” ini nampak sederhana, namun hasilnya benar-benar “ampuh”. Kata beliau, hampir semua siswa yang diterapi dalam hitungan hari sudah bisa membaca dan menulis lebih baik dari sebelumnya.

Hikmah terbesar yang bisa kita ambil dari tip ini adalah : pertama, Perhatian guru yang tulus kepada siswa. Kedua, kerelaan guru menyedahkan miliknya untuk siswa. Ketiga, guru menilai hasil kerja siswa secara kontinyu. Dan yang keempat, memberikan reward atas kerja keras siswa.

Bagaimana menurut Guru Indonesia? Jika bagus silahkan dicoba dipraktikan di sekolah Anda. Jika memiliki tips lain bisa di kirim ke email ayomendidik@yahoo.com. (dikb@kri)

tulisan ini dimuat di majalahsuarapgri (kab) dan insyaallah media pgri (propinsi)

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Maret 12, 2015, in ceritasekolah, Tips&Trik and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: