KASIAN NASIBMU GURU

MENUJU-GURU-YANG-PROFESIONALMelihat kondisi kehidupan guru di negeri ini membuat kita menarik nafas panjang. Apa lagi sebelum tahun 2006. Kehidupan guru-guru kita serba pas, tidak sedikit dari mereka harus mencari pekerjaan tambahan untuk mencukupi penghasilan agar dapur mereka tetap berasap. Ketika kami mengamati beberapa rumah mereka kondisinya benar-benar jauh dari hidup mewah. Bahkan ada yang masih berdinding bambu, ada juga yang berstatus kontrak.

guruKalaupun ada yang hidup di atas rata-rata, sebagian besar mereka punya penghasilan lain. Dengan memiliki perkejaan sampingan ini membuat guru-guru kita yang hidup berlebih tidak begitu maksimal di pekerjaan utamnaya menjadi guru. Perhatian terbagi menjadi dua, profesi sebagi guru jadi tidak maksimal. Bahkan ada juga yang menyewa orang lain (sukwan) untuk menggantikan posisinya mengajar, karena sibuk dengan pekerjaan barunya.

Setelah tahun 2006 pemerintah memberikan penghargaan kepada guru dengan program sertifikasi. Layaknya orang kekurangan darah baru di donor darah. Kehidupan guru mulai bangkit. Ekonomi mereka mulai tertata. Dapur mereka terus berasap. Senyum bahagia terlihat tidak hanya dari wajah guru itu tapi juga dari keluarga mereka. Rumah-rumah mereka mulai lebih layak dan enak tempati.

Kini tahun 2015 guru-guru benar-benar berubah kondisi ekonominya. Bukan hanya kebutuhan pokok lagi sasaran dompet mereka. Kebutuhan mewah seperti membeli mobil sudah hal yang biasa bagi guru. MENUJU-GURU-YANG-PROFESIONALSetiap ada kegiatan, panitia harus siap menyediakan tempat parkir yang besar untuk mobil-mobil guru.

Ditahun ini pula perubahan nasib baik ini terusik dengan dana sertifikasi yang mulai bermasalah. Pencairan dana yang sering tersendat membuat risau guru-guru kita. Bahkan ada sebagian guru yang tidak dapat cairan lagi karena ada perubahan kebijakan pemerintah. Hal ini terjadi karena ada beberapa sebab.

Banyak yang mengamati perubahan besar gaya hidup guru. Dengan adanya sertifikasi mereka benar-benar berjaya dalam ekonomi. Timbul rasa tidak suka dan berusaha untuk mengadakan aksi agar tunjangan sertifikasi dihentikan atau kalau tidak bisa dihentikan dibuat tersendat.

Sikap mereka kepada guru boleh-boleh saja jika memang guru sendiri tidak tahu diri. Dengan gaji sertifikasi mereka merasa ini memang hak mereka. Mereka tidak berfikir peningkatan kualitas diri dan sebagi guru. Mengajar sekedar datang dan menunggu bel pulang. Mendidik hanya memberikan soal-soal. Bel masuk dibuat sesiang mungkin. Jam istirahat dibikin lama. Rasa malas untuk mengajar tetap ada pada dirinya. Jika memang guru-guru kita tetap tidak berubah, kami sendiri sangat setuju jika tunjangan sertifikasi dihapus.

PROTES-GURU-MALAH-KENA-MARAHNamun mereka harusnya juga bijaksana. Kasian bagi guru-guru kita yang benar-benar bekerja maksimal. Mendidik generasi kita dengan sepenuh hatinya. Kehidupan mereka benar-benar untuk pendidikan. Jika gaji sertifikasi mereka dihapus. Ketenangan mengajar akan mulai terganggu lagi.

Sekali lagi, masyarkat terutama yang cemburu dengan kondisi ekonomi guru yang mulai membaik harus bijak melihat. Tidak harus semua guru dipukul rata dalam penerimaa gaji sertifikasi. Kami sangat setuju jika masyarakat juga turut menilai dan melaporkan guru-guru yang memang serius mendidik dan tidak.

Di lain sisi, pemerintah harus bijak dalam menentukan kelayakan sertifikasi dan tidaknya. Tidak memukul rata bahwa semua guru kurang maksimal dalam bekerja. Peningkatan mutu pendidikan tetapkartun-lucu-papa1 tidak berubah karena memang sebagian besar guru-guru masih bekerja tetap seperti sebelumnya. Tapi ada juga di antara mereka yang sudah berusaha memperbaiki kualitas diri mereka.

Di sisi lain. Guru-guru juga harus tahu diri. Dengan perhatian pemerintah ini harus benar-benar dijadikan amanah agar lebih baik lagi dalam mengajar dan mendidik. Guru tidak boleh egois, di sisi lain dapat gaji dua kali lipat. Tapi dalam bekerja tidak ada perubahan. Sekali lagi kita harus lebih maksimal bekerja dan lebih mencintai profesi agar bisa meyakinkan mereka bahwa guru memang layak dan wajib dapat sertifikasi. Setuju?? (p@kjpret)

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Mei 20, 2015, in ceritasekolah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: