nilai ujian sekolah sd 2015 dan kegiatan organik setelah us

baksos memberikan donasi 1 ayo mendidikAlhamdulillah, Ujian Sekolah siswa kelas VI tahun pelajaran 2014/2015 hari ini Sabtu, 23 Mei 2015 sudah selesai. Selama satu minggu penuh anak-anak berusaha semaksimal mungkin mengerjakan 8 mata pelajaran. Betapa ingin rasanya mengetahui hasil kerja keras mereka. Tentunya tidak kami (guru) saja, anak-anak juga ingin mengetahuinya. Dengan cara quickanswer, kita bisa segera mengetahui berapa nilai atau NUS (nilai ujian sekolah) siswa-siswi kita. Ingin tahu qickananswer dan perolehan NUS siswa-siswi kami?

Namun, sebelumnya ada hal yang lebih menarik lagi. Kegiatan anak-anak setelah ujian di hari terakhir. Kita simak yuuuuk ……… 🙂

Kegiatan pagi setiap hari selama Ujian Sekolah, anak-anak melaksanakan sholat dhuha berjama’ah di musholah kecil tepatnya di pojok sekolah kami. Sebelum sholat mereka membaca surat As-Syam, Al-Balad, dan Al-Fajr. Kegiatan ini bertujuan menanamkan tawakal setelah mereka belajar. Dengan berserah diri kepada Allah, berharap bantuan-Nya datang. Tujuan yang lain adalah dengan khusuk berdo’a diharap konsentrasi dan kekuatan berfikir anak-anak lebih meningkat.

Sholat Dhua agenda tiap pagi persiapan Ujian Sekolah_di mushola kecil kami

Sholat Duha agenda tiap pagi persiapan Ujian Sekolah_di mushola kecil kami

Sesuai dengan program awal. Setelah usai mengerjakan ujian di hari terakhir. Kami akan mengadakan do’a bersama dan BAKSOS (bakti sosail).

Kegiatan do’a bersama dilaksanakan usai sholat duhur berjama’ah. Anak-anak membaca surat Ar-Rohman bersama-sama dilanjutkan dengan berdo’a. Sujud syukur sebagai bukti terima kasih telah melaksanakan ujian sampai tuntas, mengakhiri kegiatan do’a bersama.

Mereka segera berbaris rapi menuju tempat baksos. Target kami adalah tetangga sekolah yang kurang mampu. Akhirnya, kami temukan kakek dan nenek yang sudah lanjut usia. Mereka berdua bukan suami istri, tapi adik dan kakak. Si nenek adalah kakak dari adik laki-lakinya. Mereka berdua tinggal di sebuah rumah bambu yang sudah nampak usang. Lantainya tanah yang sudah nampak memadat. Satu tempat tidur di ruang tamu. Ada sebuah bilik berdinding bambu lusuh di sebelah tempat tidur tadi.

nampak rumah yang kami kunjungi sangat sederhana, terbuat dari bambu yang sudah usang

nampak rumah yang kami kunjungi sangat sederhana, terbuat dari bambu yang sudah usang

Kami di sambut oleh sang kakek yang memakai sarung, kemungkinan sudah sholat duhur. Tiba-tiba seorang nenek-nenek tua, muncul dari dapur yang berantakan itu. Nampak wajahnya kelihatan bingung. Saat kami mengucapkan salam, si nenek diam saja. Kata si kakek beliau sudah agak tuna runggu. Kemungkinan karena sudah dimakan usia. Mendengar cerita anak-anak si kakek belum pernah menikah. Untuk si nenek kami belum begitu detail bertanya.

Seluruh siswa masuk tidak mungin, karena memang rumahnya kecil. Kegiatan kami lakukan di halaman rumah beliau. Perwakilan dari anak-anak membagi bantuan sosial. Yang pertama adalah sandal, karena kata mereka si nenek jarang pakai sandal dan jika memakai sandal selalu terbalik. Benar kata anak-anak, saat itu nenek memakai sandal warna merah dan hijau. Itupun ditali dengan raffia. Donasi yang kedua adalah Roti dan uang. Semua dana ini berasal dari uang saku anak-anak, bahkan ada juga yang menambah donasi dengan membawa sandal sendiri untuk diberikan nenek dan kakek.

anak-anak memberikan donasinya_senangnya bisa berbagi

anak-anak memberikan donasinya_senangnya bisa berbagi

Ketika kami meminta si kakek memberikan wejangan kepada anak-anak, beliau tak sanggup berkata apa-apa. Akhirnya kami membacakan do’a bersama untuk kakek dan nenek. Kemudian kami juga meminta do’a kepada nenek dan kakek. Satu persatu anak-anak berpamitan.

beliau berdua sangat gembira menyambut kami, meskipun ketika kami berpamitan si nenek belum sempat berkata apa-apa karena beliau masih kelihat kebingungan

beliau berdua sangat gembira menyambut kami, meskipun ketika kami berpamitan si nenek belum sempat berkata apa-apa karena beliau masih kelihat kebingungan

Terima kasih siswa-siswiku semoga akhir kegiatan ujian sekolah ini bukan terakhir kalian belajar. Tetap belajar dan berbuat kebaiakan. Semoga do’a kakek dan nenek itu mengetuk hati malaikat kebaiakan untuk menjaga kalian semakin sukses. Amiin

===================================

Oh iya, sampai lupa …. Tujuan posting ini mengenalkan quickanswer. Quickanswer sangatlah mudah, kita tinggal memberikan lembaran berisi angka sesuai jumlah soal pada tiap mata pelajaran. Anak-anak menulis kembali jawaban dari LJK ke kertas tersebut. Setelah ujian usai, kita tinggal mengoreksinya dan membuat rekap nilai untuk prediksi NUS. Hasilnya tentunya belum tentu 100% persis, tapi paling tidak gambaran besar sudah didapatakan.

Berikut ini nilai NUS Siswa SDN Jambekumbu 01 Kec. Pasrujambe Kab. Lumajang Tahun Pelajaran 2014/2015. Klik di bawah ini

QUICKANSWER NUS SDN JAMBEKUMBU 01

Terima Kasih

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Mei 23, 2015, in cerita siswaku and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: