namanya tak tercatat, perannya begitu berarti

namanya tak tercatat perannya begit berartiJangan berfikir apa yang kita dapatkan, berfikirlah apa yang bisa kita berikan (pengabdian)

Sejak kehadirannya di sekolah kami, membuat semua berubah. Bagaimana tidak? Dulu sekolah yang nampak kumal terutama wc, dapur, ruang kantor, dan sebagian halaman. Kini menjadi lebih bersih dan rapi.

Biasanya masuk kamar mandi harus menahan nafas, kini lantai kamar mandi sudah kinclong. Dapur yang dulu bagai kapal pecah, kini layaknya dapur restoran. ruang kantorpun disulap menjadi lebih bersih dan rapi. Air minum guru ; teh, kopi, air putih dan sesuai pesanan sudah siap sebelum guru datang.

Sebelum warga sekolah hadir, beliau mondar-mandir di tempat tugas yang sudah diberitahukan saat baru masuk sekitar 3 bulan yang lalu. Tak ada yang mengawasinya, namun beliau bisa bekerja secara disiplin. Datang dan pulang sesui perjanjian awal kerja. Wajahnya selalu senyum saat bertemu orang lain, menyapa sambil memberi hormat tanda pengabdiannya. Kakinya lincah dan tangannya cekatan dalam setiap pekerjaan, sebuah bukti kesetiaan pada tugasnya.

Gajinya? Ah, jangan ngomong yang ini sudah tak layak untuk dipublikasikan. Selain itu, beliau tidak pernah bertanya berapa yang harus ia dapatkan. Rasa syukur dengan hasil kerja kerasnya adalah modal hidupnya yang berkah.

Sebut saja namanya Bu Ja. Saya kurang tahu nama lengkapnya, karena memang namanya tidak tercatat sebagai pesuruh atau status lain di sekolah kami. Beliau hanya tercatat pengabdi yang tidak tertulis (semoga dicatat oleh-Nya). Ibu rumah tangga berputri 2; putri pertama sudah kelas X SMA dan putri kedua masih kelas VIII SMP. Suaminya kerja serabutan dan beliau sendiri sebelum diminta kerja di sekolah berstatus ibu rumah tangga. Pekerjaan sampingannya pencari rumput (ngarit) untuk hewan ternaknya. Sekarang, setelah menjalankan tugas di sekolah pagi hari hingga kira-kira pukul 09.00 beliau pulang untuk malanjutkan tugas di rumah seperti sebelumnya.

Untuk putri pertamanya pernah juga sampai di Propinsi Jawa Timur mewakili Kabupaten Lumajang dalam lomba Olimpiade Sains Nasional bidang IPA tingkat SD. Pembaca bisa membaca majalah Suara PGRI edisi tahun 2010.

Perjalan pulang dari sekolah, masih di atas motor tiba-tiba sosok Bu Ja mengelitik hati. Menampar perasaanku sangat keras hingga saya harus menuliskan hal ini di majalah yang kita cintai. Bu Jah dengan gaji yang murah bisa bekerja dengan disiplin dan ikhlas. Mengabdi dengan seluruh jasad dan jiwanya. Tak ada keluh kesah, tak ada iri, tak ada tuntutan gaji, dan hal negatif lain. Hasil dari kerjanya jelas dan bisa dinikmati banyak orang.

namanya tak tercatat perannya begit berartiTimbul pertanyaan besar pada diri ini. Dengan gaji yang lebih besar, masih belum bisa seperti Bu Ja. Beliau begitu amanah dalam setiap tugasnya. Tak ada pekerjaan yang menjadi kewajiban, beliau kesampingkan begitu saja. Meskipun hanya tamatan SMP, mengerti benar hakekat tangung jawab sebuah amanah pekerjaan. Datang lebih awal sebelum jam kerja. Mengerjakan semua tugasnya. Semua barang (uang) aman karena memang ia sadar akan kejujuran. Pulang sesuai jam kerjanya. Benar-benar menampar diriku sebagai guru yang kadang sering datang terlambat dan pulang lebih awal dari jam di jadwal.

Bahkan hal yang paling aku takuti adalah hasil dari kerja saya belum nampak atau bahkan belum bisa dinikmati banyak orang. Uhhh, semakin takut jika nanti ditanya oleh-Nya di masa penentuan.

Terima kasih Bu Ja. Kerjamu membuat kami lebih mengerti tentang sebuah pengabdian. Namamu tak tercatat namun hasil kerjamu begitu besar. Terima kasih sudah membantu kami untuk menjalankan roda pendidikan ini. Semoga di masa datang Bu Ja dan keluarga diberi kebaikan berlebih.

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Oktober 13, 2015, in ceritasekolah, obat jiwa, orang tua inspirasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: