ARIL ATMA PUNJANGGA KECIL Harumkan Nama Lumajang di Kota Jember

6Tahun ini banyak berbeda dengan tahun kemarin, apanya yang beda? tentunya berbagai hal. Salah satu sudut perbedaan itu adalah kisa anak desa merambah kota tetangga untuk unjuk kemampuan dalam baca puisi. Bagaiamana kisahnya, kita simak yuk!

Berlatih dan Mencari Inspirasi Tersirat Dalam Puisi

Setelah pelajaran sekolah tim puisi latihan rutin setiap hari selama 2 minggu, tiap pertemuan berkisar satu jam. 1 pilihan puisi wajib dan 8 puisi pilihan karya pujangga terkenal Indonesia seperti Ws. Rendra, Taufik Ismail, Sutardji Colsum Bachri, Ahmadun Yosi Harfanda, dan pujangga lain. Tak mudah mencari arti tersirat alam puisi mereka. Pilihan intonasi, gestur, serta penjiwaan benar-benar harus dicari sedikit demi sedikit.

Latihan tidak cukup kami lakukan di ruang kelas. Teras sekolah, sungai, dan rumah juga tempat untuk mencari inspirasi yang tepat dalam mendalami puisi tersebut. Puisi yang wajib dibaca di babak pertama adalah Gugur buah pena WS Rendra. Untuk puisi pilihan Sherly memiliki Tanah Air Mata buah pena Sutardji Colsum Bachri sedang Aril memilih Sembahyang Rumputan buah pena Ahmadun Yosi Harfanda.

 3

Kepala Sekolah Kami Jadi Supir Pribadi

Tahun kemarin kami menuju kota Jember naik bus. Hari Sabtu, 2 April 2016 Kami berangkat subuh agar tidak terlambat sampai di kota Jember. Kini berbeda, kepala sekolah kami yang baru bersedia mengantar kami ke kota Jember. Dengan mobil pribadinya. Beliau dengan usia hampir 57 tahun tetap semangat memegang setir pulang pergi Lumajang-Jember.

Tidak itu saja, dengan sabarnya beliau mendampingi kami mulai subuh sampai adzan magrib berkumandang. Beliau tidak hanya menyumbang tenaga, dari kantong pribadinya juga tidak segan-segan memfasilitasi kami agar nyaman dalam mengikuti lomba.

PEGA Competetion 2016 berbeda dengan 2015

SMP N 3 Jember merupakan Sekolah Rintisan Internasional, namun program tersebut sudah dihapus. Sejak tahun 2014 kami tiap tahun Alhamdulillah bisa berkunjung ke sekolah ini. Tentunya sambil mengikuti kegiatan lomba yang mereka adakan.

Tiap tahun sekolah ini semakin bagus saja. Tahun 2016 ini benar-benar membuat saya betah di sekolah bersih ini. Kamar mandi depan yang dulunya sederhana, kini sudah seperti di hotel, bersih dan indah. Begitu juga dengan musholah, tahun kemarin masih sempit. Kini sudah lebih luas dan lebih bersih.

4

Ajang lomba PEGA COMPETITION 2016 berbeda dengan tahun kemarin. Terutama dalam cabang puisi, jika tahun kemarin hanya cipta puisi, sekarang dirubah jadi baca puisi. Perubahan ini benar-benar menarik karena peserta akan menampilkan kemampuannya dalam membaca puisi.

Untuk cabang yang lain juga mengalami perubahan. PEGA COMPETITION 2016 hanya terdiri dari lomba Tilawatil Quran, baca puisi, Story telling, Olimpiade IPS, Olimpiade IPA, dan Olimpiade MTK. Beberapa cabang lomba dihapus, seperti menulis cerita.

Kegiatan lomba juga terkesan efektif acara di bagi menjadi tiga : pembukaan. Lomba babak pertama. Sambil menunggu pengumuman ditampilkan berbagai kegiatan yang ada di SMP 3 Jember. Pengumuman babak pertama dilanjutkan babak ke dua. Pengumuman Final.

Kembali ke cabang puisi. Kali ini peserta berkisar 60 siswa. Panitia membagi dua ruang pada babak pertama, tiap ruang ada dua juri. Satu dari guru SMP 3 Jember dan yang satu dari luar (dosen dan guru SMA). Menurut panitia hal ini dilakukan mengingat jika babak pertama dijadikan satu, lomba akan berlangsung sampai magrib.

Ruangan yang dipakai adalah ruang lab komputer. Satu persatu peserta membacakan puisi wajib dengan judul GUGUR buah pena WS Rendra. Peserta benar-benar difasilitasi ruang yang steril dari suara gaduh. Dipilih ruang komputer karena ruang komputer jauh dari pentas di halaman upacara. Dengan kondisi yang tenang ini pembaca puisi bisa tampil sebaik mungkin.

Aril Atma mendapat nomor tampil 26 dan Sherly no 7. Ruang 1 untuk no peserta 1 sampai dengan 25 dan ruang 2 untuk peserta no 26 sampai dengan terakhir. Aril nomor 26 artinya di ruang ke dua Aril tampil nomor satu. Berat juga saat tahu Aril tampil nomor 1. Kadang nomor peserta 1 sebagai acuan untuk penilaian peserta yang lain.

Tiap peserta membacakan puisi GUGUR berkisar 5 menit. Usai Sherly tampil, kami turun meninggalkan tempat lomba puisi, mengingat meskipun ada di tempat lomba tidak bisa melihat dengan nyaman peserta yang tampil. Peserta yang belum tampil dan pendamping menunggu di luar ruang komputer.

Menjelang duhur pengumuman disampaikan. Sesuai dengan kesepakatan, ruang 1 akan dipilih 5 terbaik begitu juga ruang dua. Pada babak pertama ini Sherly berada di posisi 10 dan Aril sesuai dengan tampilnya posisi 1. “Alhamdulillah” terdengar ucapatan syukur dari Bp Sujoto dengan hasil babak pertama. Kamipun menggunakan waktu istirahat untuk sholat duhur.

Babak Final dimulai sekitar pukul 13.00. Peserta memasuki ruang lomba puisi. Pendamping juga diperbolehkan untuk melihat peserta 10 besar. Mengikuti babak final lomba baca puisi di SMP N 3 Jember mengingatkan saya saat 3 kali mendampingi siswa lomba cipta dan baca puisi di Propinsi. Kondisi ruang benar-benar kondusif, panitia benar-benar faham bagaimana kondisi lomba puisi yang benar. Tak ada suara apapun kecuali suara pembaca puisi yang sedang membacakan bait demi baik puisinya. Jika ada suara berisik, panitia langsung mengingatkan dengan isyarat agar diam.

Usai 10 peserta tampil, dewan juri dari luar guru SMP N 3 Jember mengatakan, “Sejak 10 tahun saya menjadi dosen, ternyata anak-anak barusan ketika membaca puisi masih lebih baik dari maha siswa saya semester 7. Semoga dengan kemampuan anak-anak menyampaikan puisi tersebut generasi muda kita lebih cinta kepada Bahasa Indonesia”. Dari kalimatnya beliau adalah dosen di Univarsitas yang ada di Jember.

Berkisar 30 menit kemudian seluruh peserta dari berbagai cabang sudah berkumpul di depan pangung utama untuk mendengarkan pungumuman final dari panitia. Dari 10 peserta, kami bisa memprediksi sherly bisa poisi 3, 4, dan 5. Sedangkan Aril bisa posisi 1, 2, dan 3. Cabang yang diumumkan pertama adalah cabang puisi. Peringkat ke 5 diraih oleh Sherly Arinda Faujiyati dari SDN Jambekumbu 01 Kec. Pasrujambe Kab. Lumajang. Peringat harapan dari SDN Jemberlor 1, Peringkat ke 3 dari SDN Jemberlor 3, peringkat ke 2 dari SDN Jemberlor 3, dan peringkat ke 1 adalah Aril Atma dari SDN Jambekumbu 01 Kec. Pasrujambe Kab. Lumajang.

Ketika Aril maju, penonton sorak sorai karena heran. Aril masih kecil sudah bisa melampaui peserta dari kelas 5 dan 6. Saat Aril menerima piala ia tidak kuat membawanya, karena memang pialanya lebih besar dari dirinya. Juri yang membagi piala benar-benar kagum ke Aril, sampai ia menggendongnya. Usai pembagian hadiah, Aril diminta panitia membacakan puisinya. Sorak-sorai penonton saat ia usai membacakan puisi Gugur Ws Rendra. “Anaknya kecil, tapi suranya benar-benar mantab!”, komentar salah satu pemandu acara, “Aril masuk SMPN3 ya?!” tambah pembawa acara tersebut.

2Alhamdulillah, Aril dan Sherly mendapat hadiah tropy, piagam, dan uang pembinaan sebesar 1,8 juta. Setelah kami berpamitan kepanitia, tiba-tiba salah satu juri berlari dan mengerjar Aril untuk minta foto bersama. “Aril hebat ya, datang lagi ya tahun depan!” sahutnya setelah foto bersama Aril.

Bangga dan salut pada lomba puisi SMPN 3 Jember yang benar-benar kompeten dalam pelaksanaanya. Juri benar-benar dipilih dari orang-orang yang mengerti benar tentang puisi. Peserta yang menang dan kalah sama-sama puas karena memang yang menilai dan panitia sudah memberikan fasilitas yang baik. Bahakan peserta dari luar kotapun bisa menjadi juara terbaik di kotanya.

Namun sayang sekali, dalam rangka lomba hari Anak Nasional yang diadakan hari Sabtu, 16 April 2016 oleh Dindik Lumajang, Aril tidak bisa masuk 6 besar. Ketika kami konfirmasi dengan dewan juri, 2 juri menyatakan puisi yang dibuat Aril tidak sesuai tema akhirnya didiskualifikasi. Tema yang dibuat juri adalah Lingkungan Sehat, sedangkan Aril membuat puisi yang berisi dampak asap rokok yang beramanat agar kita tidak merokok karena tidak baik buat diri, keluarga, dan lingkungan sehat.

Hasil diskusi kami dengan  Juri 1 berpendapat rokok hanya berpengaruh terhadap personal, bukan lingkungan luas. Juri dua berpendapat cara membaca puisi pesrta nomor 13 (Aril) seperti Ws Rendra kecil, sayang tidak sesuai tema. Lingkungan sehat berhubungan harusnya berhubungan dengan seperti sampah tambah beliau. Juri tiga mengatakan saya memilih peserta nomor 13 yang terbaik, karena menurut saya temanya sudah sesuai. Peserta no 13 bercerita dari hal mikro (dirinya) baru berbicara makro (hal yang luas) dampak dari merokok. Saya memperhatikan kata demi kata yang ia sampaikan. Sayang setelah dijumlah nilainya jauh di bawah.

Pemahaman juri tentang isi puisinya berbeda akhrinya bakat besar Aril dalam puisi tidak bisa mewaliki Dindik ke Propinsi. Menurut kami selaku pembinanya, Aril masih lebih bagus dari kakak kelasnya Amelia Agustina yang pernah meraih juara 3 cipta dan baca puisi tingkat propinsi tahun 2013.

Sebagai Pembina saya kecewa sekali, seharusnya juri memangil kami selaku pembinanya sebelum pengumuman disampaikan. Mengkonfirmasi bahwa benar-benar isi puisinya tidak sesuai tema. Pembina yang lain juga heran. Usai Aril membaca puisi pembina dari Randuagung mengelus rambut Aril karena senang penampilan Aril, “Aku merinding melihat kamu membaca puisi” katanya sambil mengelus rambut Aril.

Puisi memang sesuatu yang imajiner, tidak bisa begitu saja diputuskan tanpa benar-benar memahaminya dengan seksama. Saat TM saya sampaikan kepada penyampai pemateri TM, “puisi itu imajiner, alangkah lebih baiknya jika nanti sebelum memutuskan 6 terbaik. Dari 6 terbaik diseleksi lagi untuk memilih yang benar-benar terbaik 1 sampai 6”. Beliau hanya bilang “Tergantung kebijakan panitia”.

Semoga setiap pemilihan siswa berbakat yang dilakukan dindik benar-benar memberikan kepuasan bagi kami selaku pembina apa lagi anak-anak. Kami selaku pembina tidak cukup satu atau dua minggu untuk menyiapkan lomba. Tidak hanya tenaga yang kami habiskan untuk persiapan sebuah lomba. Kami hanya berharap pelaksanaan benar-benar profesional.

Saya masih sempat menyadur kata-kata salah satu pembina puisi dari kecamatan tempeh, “Saya kalau mengingkuti lomba puisi yang mengadakan KKGPAI Kab. Lumajang benar-benar puas, meskipun kalah saya puas. Karena jurinya benar-benar dari luar dan kompenten di bidangnya”. Waktu itu saya hanya terdiam sambil memperhatikan wajah si ibu begitu serius mengucapkan kalimatnya.

5Namun kami masih berharap angin segar. Saat TM kala itu, ada salah satu pembina dari kecamatan Padang meminta agar juri lomba yang bersifat subyektif seperti pantun, puisi, pidato, menganyam, melukis, cergam, dan patung diambil dari bukan pembina, KS, atau pengawas. Agar benar-benar obyektif, saat itu salah satu panitia menyampaikan tidak bisa tahun ini, karena sudah menjadi SK. Mudah-mudahan tahun dedan bisa begitu.

Semoga niat baik kita semua insan pendidikan kabupaten Lumajang, bisa membuat pendidikan di kabupaten kita lebih baik lagi. Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu kami, memberi motivasi baik dana, tenaga, apa lagi doa. Semoga Allah membalas dengan lebih baik. @dikbakri

  • BIODATA             :
  • Nama                                : Iktiaril Atma
  • Kelas                                 : IV (empat)
  • Sekolah                            : SDN Jambekumbu 01 Kec. Pasrujambe
  • Hobi                                   : bersepeda dan sepak bola
  • Alamat                              : Krajan Desa Jambekumbu Kec. Pasrujambe
  • Orang tua                        : Ayah (Kuli Bangunan), Ibu (ibu rumah tangga)
  • Tentang puisi                 : Belajar puisi sejak kelas 3
  • (prestasi terbaik saat kelas 3, jura 2 baca puisi SMP Al-Furqon Jember 2015)
  • Prestasi tahun 2016     : Januari 2016 : Juara 1 cipta dan baca puisi SMP Al-Ikhlas
  •                                               Februari 2016 : Juara 1 lomba baca puisi Kec. Pasrujambe
  •                                               Maret 2016 : Juara 2 baca puisi KKGPAI Kab. Lumajang
  •                                              April 2016 : Juara 1 baca puisi Pega Competition SMPN3 Jember
  •                                                                    (sekarisidenan)

 

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Mei 20, 2016, in puisi and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Selamat ya pak semuga jadi aspirasi kepada sd di tanah air

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: