membangun soft skill siswa dengan melipat baju guru

melipat jaket guru  1 ayo mendidikNampak guru datang memasuki pintu gerbang sekolah. Seluruh siswa berhamburan menyambut kedatangannya. Berebut mencium tangan dan berusaha membawakan tas atau sepeda angiinya. Bagi yang pertama mencium tangan gurunya sorak-sorai berkata “aku yang pertama”. Dia bangga berjalan di samping atau belakang gurunya berjalan sambil membawa tas atau sepeda angin gurunya.

Kejadian menarik di pagi hari ini menunjukkan kewibawaan guru dan bukti kecintaan siswa kepadanya. Guru merupakan idola yang didambakan siswanya. Kehadirannya ditunggu dan kata-katanya menyejukkan hati siswa. Pakaian dan perbuatannya sederhana dan bersahaja. Sebuah gambaran guru-guru masa itu.

Sebuah gambaran yang sering kita dapati di sekolah-sekolah era tahun 60 sampai 80an. Bagaimana sekarang di sekolah Anda?

salah satu siswa melipat baju. baru belajar melipat karena menurutnya tidak pernah melakukan di rumahnya

salah satu siswa melipat baju. baru belajar melipat karena menurutnya tidak pernah melakukan di rumahnya

Bergulirnya waktu dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat tidak hanya siswa, gurupun mengalami cara berfikir dan bersikap. Bagi mereka yang tidak mampu memegang teguh prinsip hidup ke timuran akan tergilas dan mengikuti gaya hidup modern yang kadang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita.

Perubahan sikap siswa-siswi kita adalah tugas guru untuk membantu mempertahankan budaya baik tersebut. Rasa hormat siswa dan kecintaan kepada guru harus diciptakan oleh guru sendiri. Sebuah perlakuan yang terus menerus harus tetap dilakukan sampai siswa berprilaku yang diinginkan.

Tentunya di sekolah Bapak/Ibu punya trik tertentu untuk membangun budaya baik tersebut. Berikut ini salah satu trik kami agar siswa memiliki skill dan mencintai gurunya.

BERI SALAM DAN SALAMI DULU MEREKA

Ada juga sekolah yang memang tidak dibiasakan bersalaman dengan guru saat datang. Maka tugas kita yang memberi salam dan menyalami mereka. Perbuatan ini bukan merendahakan kita sebagai guru karena gengsi lebih tua. Namun memberikan teladan kepada siswa agar mereka terbiasa memberi salam dan menyalami sebagai tanda kedekatan.

Terkadang juga ada siswa yang malu mengucapkan salam dan bersalaman. Untuk itu sangat bijak jika guru memulai mendidik terlebih dahulu. Kami yakin 3 hari saja kita lakukan itu, esoknya mereka yang akan menyambut kita. Bisa dibuktikan.

MEMBAWAKAN TAS GURU

Ternyata setelah diamati, siswa kita bukannya tidak mau membawakan tas kita. Rasa sungkan dan malu adalah penyebabnya. Untuk itu guru boleh menawarkan kepada siswa untuk membawakan tasnya. Kami yakin mereka dengan senang hati dan bangga membawanya.

Penyebab yang lain adalah rasa ketakutan guru jika tasnya dibawakan siswa. Mengingat isinya tasnya bukan buku melainkan barang-barang berharga seperti dompet, Hp mahal, make up yang menor, dan barang berharga lain. Berbeda dengan guru-guru kita dulu yang isi tasnya memang alat penunjang proses pembelajaran. Benar tidak?

siswi yang lebih mahir melipat baju, karena dirumah sudah terbiasa melipat baju

siswi yang lebih mahir melipat baju, karena di rumah sudah terbiasa melipat baju

MELIPAT JAKET GURU

Saat masuk kelas jaket yang saya pakai tak pernah kami lipat sendiri. Secara bergilirian setiap harinya anak-anak melipat jaket yang saya gunakan. Dengan kegiatan ini siswa yang tidak biasa melipat baju di rumahnya akan ketahuan. Mau tidak mau siswa tersebut akan berusaha belajar bagaimana melipat baju. Biasanya bagi yang belum bisa akan diajari oleh teman sebangkunya.

Di rumah biasanya mereka kebanyakan tidak diajarkan hal-hal sederhana seperti ini. PR bagi kita juga untuk mendidik mereka lebih baik lagi.

Dengan kegiatan ini diharapkan siswa kita memiliki kemandirian. Selain itu membangun kedekatan guru dan siswa.

Sambil menyelam minum air. Begitulan pendidikan yang menjadi tangung jawab kita bersama guru Indonesia. Mendidik generasi 15 tahun mendatang agar menjadi generasi yang cerdas dan berahlak karimah. Punya tips lain, kirim tulisan Anda ke kami J

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on September 19, 2016, in ceritasekolah, kelas kita and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Subahanallah. Idenya bagus, Pak. Alhamdulillah untuk salam ke guru. Anak-anak masih berebut. Tapi tidak sampai memberikan “pelayanan” kehormatan seperti tulisan Bapak.

  1. Ping-balik: tips membudayakan siswa lewat di belakang guru | ayo mendidik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: