Kasih Sayang Seorang Ibu

            Angga adalah seorang anak laki-laki dari keluarga pas-pasan . Dia tinggal di Banyuwangi dan setelah lulus dari SMA dia diterima di perguruan tinggi di Surabaya. Sebenarnya ibunya tidak mengijinkan Angga untuk kuliah di Surabaya karena Angga adalah anak dari daerah dan anak satu-satunya dari Ibu Faniyatul. Ibunya takut jika terjadi apa-apa karena Ibunya tahu pergaulan di kota besar itu seperti apa.                                                                                     

Masih teringat di benak saya,  ketika saya kecil dulu ibu adalah orang yang perhatian kepada kita, waktu kita sakit ibu yang merawat kita, mengantarkan ke dokter, menjaga kita sampai sembuh bahkan beliau  rela tidak tidur demi menjaga anak tercinta. Seperti cerita yang  saya buat ini bahwa kasih ibu memang benar sepanjang masa.

Ibu Faniyatul dan Angga hanya tinggal berdua, ayah meninggal sejak Angga berusia 5 tahun. Ibunya bekerja sebagai buruh pabrik. Untuk membiayai kuliah sebenarnya ibunya tidak sanggup tetapi karena Angga anak yang pintar maka diapun mendapat beasiswa untuk kuliah di Surabaya. Berangkatlah Angga ke Surabaya dengan meggunakan kendaraan umum.

            Waktu terus berjalan, Angga sering memberi kabar kepada ibunya lewat telpon dan dia juga bercerita bahwa dia mendapat teman yang baik yaitu Dino. Dino adalah anak Surabaya asli, atau bisa dibilang ”anak gaul”.

Persahabatan mereka  sangat erat, sampai pada suatu saat Dino menawari Angga untuk mencoba minum minuman keras beralkohol, awalnya tidak mau karena anak desa yang masih sangat polos akhirnya dia nurut saja. Angga yang tadinya hanya minum minuman keras beralkohol di kos-kosan  kini mulai mencoba untuk pergi café dan club bersama Dino. Mereka pergi hampir tiap malam dan pulang di pagi harinya.  Angga juga mulai menggunakan narkoba.

            Pada suatu saat Angga dan Dino terkena razia. Angga tertangkap polisi karena membawa narkoba sedangkan Dino sahabatnya tidak tertangkap. Anggapun dipenjara dan mengabari ibunya bahwa dirinya ditahan polisi karena membawa narkoba. Mendapatkan kabar sang buah hati tertangkap polisi, Ibu Faniyatul kaget dan sangat sedih hingga dia langsung pergi ke Surabaya untuk melihat keadaan anak laki-laki satu-satunya itu.

Ibunya Angga tidak mempunyai saudara satupun di Surabaya sehingga dia harus mengontrak rumah sebagai tempat tinggalnya sementara di Surabaya. Setiap hari ibu menjenguk Angga di penjara dengan kasih sayang ibu kepada anaknya, Dia tidak memarahi Angga atas apa yang terjadi tetapi dia menyalahi dirinya sendiri bahwa dia tidak mampu mendidik Angga dengan benar.            Selama Angga dipenjara ibunya berusaha menemani dengan berbekal hidup uang hasil penjualan nasi keliling selama di Surabaya.

Setelah Angga bebas keluar dari penjara dan ibunya kembali ke desanya di Banyuwangi. Berita Angga di penjara pun menyebar di daerah rumah. Angga menjadi buah bibir namun ibunya sama sekali tidak malu dan tetap mendukung Angga. Dia tidak perduli dengan omongan orang mengenai dirinya. Dia tetap yakin bahwa Angga sebagai anak satu-satunya bisa dibanggakan dan harapkan untuk mengangkat derajat keluarga meskipun di mata orang lain kini telah menghancurkan harapan ibunya tersebut.

            Biarpun sakit, dia telah memaafkan Angga atas apa yang telah diperbuat. Dia sangat sabar menghadapi omongan orang dan menanggap apa yang terjadi sebagai kesalahannya dan juga sebagai musibah. Itulah ibu yang selalu melindungi anaknya dan selalu memaafkan jika anaknya membuat kesalahan. Betapa besar kasih sayang seorang ibu, meskipun anaknya telah menyakiti perasaannya akan tetap sabar. Ibu  adalah segalanya bagi anaknya. Ibu sebagai teman bermain, sebagai teman untuk curhat ,sebagai guru untuk mendidik, sebagai penasehat bagi anak-anaknya. Ibu selalu berjuang dan rela berkorban demi kebahagiaan anak dan keluarganya.

            Ibu adalah sebagai inspirasi bagi anak-anaknya. Keberhasilan dan kesuksesan anak tak lepas dari perjuangan dan doa dari seorang ibu, kemanapun anaknya pergi doanya selalu menyertai anak-anaknya. Doa ibu adalah ridho bagi anak-anaknya .Dengan doa dan ridho seorang ibu akan menyertai keberhasilan dan kesuksesan bagi anak-anaknya ,begitu juga dengan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.             Dapat kita bayangkan,tanpa seorang ibu yang mendidik dan membimbing kita, apalah jadinya hidup kita sekarang ini ? Untuk itu, kita sebagi anak harus menghomati dan memuliakan kepada ibu. Aku saying Ibu……

penulis : Rini Mujiarti  (cerpten)

sumber gambar :

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Januari 24, 2019, in cerpen. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: