Arsip Blog

saat kepala sekolah mi pinggir hutan mulai menulis

imron jalilSetelah pelatihan itu (pelatihan Motivasi Literasi) yang diadakan oleh Ustad Bakri ( Ayo Mendidik ) semangatpun menggelora, saya adalah salah satu peserta terdaftar yang urung hadir karena ada hal bersamaan yang juga penting (sekolahnya lagi ngecor _red #semogasegeraberdiri), terlepas dari itu semua, saya yang bukan putra raja juga tergugah untuk aktif menulis, bagi saya menjadi hal yang tidak sangat penting apakah tulisan saya dibaca atau diabaikan, pertama yang paling penting adalah menumbuhkan semangat menulis dalam diri, tulisan saya pastinya sangat jauh dari benar (banyak salah) baik susunan bahasanya atau hal lain yang belum saya ketatui. Read the rest of this entry

kopdar subuh di pamekasan

subuh dirumah pak saleh ayo mendidikSubuh ini merasakan bagaimana sholat di salah satu masjid Pamekasan. Kelurahan Bugih kecamatan Pamekasan Kab Pamekasan. Salah satu sudut kota, pagi yang dingin sudah duduk seorang guru berdedikasi dengan Kopiahnya. Nama Beliau Pak Soleh, guru sederhana yang memiliki dedikasi tinggi dalam pendidikan. Loyalitas ke siswa dan sekolah tak perlu dipertanyakan lagi. Read the rest of this entry

guru ini cukup sederhana dalam meluluhkan hati muridnya

pak cukup membimbing ayo mendidikKulihat jam di lenganku menunjukkan pukul 13 lebih 15 menit . Liku-liku jalan dari lereng gunung berhasil aku lalui. Sepeda motorku, ku belokkan ke arah kiri. Sekolah dengan halaman yang amat lebar nampak di sisi jalan. Langsung saja aku menuju ke ruang kelas VI.

Nampak seorang guru laki-laki sedang membimbing siswanya. Nampak jelas dari gesturnya beliau selalu memberikan dan berusaha semaksimal mungkin melakukan proses pembelajaran. beliau memang sosok guru yang tekun menjalankan tugasnya. Read the rest of this entry

ibu guru muda tukang jaga kios bensin dan tambal ban

ibu guru tukang tambal ban ayo mendidikSejak dulu kami perhatikan ada yang luar biasa pada diri perempuan muda ini. Tiap kami lewat di Jalan Swandak Timur depan Indomart Swandak selepas magrib pasti nampak beliau duduk di balik kios bensin dan tambal ban sederhana. Terkadang membaca buku, sedang melayani pembeli, dan terkadang sibuk dengan netbooknya. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: