Arsip Blog

kalimatmu semanis buah apel yang dulu

KALIMATMU SEMANIS BUAH APEL YANG DULU lentera zamanLangkah kecilmu terdengar di tangga kedua gedung lama itu. Semakin lama semakin terdengar jelas gesekan suara sepatu dan lantai keramik usang. Mulai nampak dibalik tembok yang sudah butuh sentuhan cat baru. Senyum indah menghiasi kerudung coklat yang engkau pakai. Semakin dekat semakin nampak senyum lugumu. Siang itu hari Sabtu, masih ku ingat karena kelelahan duduk di depan bascamp usai melatih pasukan pengibar bendera untuk upacara hari Senin. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: