inovasi pisang mas kirana dari dusun hingga metropolitan

INOVASI SALE PISANG MAS KIRANADUSUN YANG TIDAK MENJANJIKAN

Dusun Penangungan memiliki bentang alam perbukitan. Dengan kondisi lingkungan seperti itu, mata pencaharian yang cocok bagi penduduk adalah berkebun dan peternakan. Pekerjaan yang tidak menjanjikan untuk mendapat rupiah yang besar. Sebagian warga Dusun Penangungan memilih untuk pergi merantau ke kota, bahkan tidak sedikit yang ke negeri seberang Malaysia.

Tidak untuk Bp. Halim, beliau dengan kesederhanaanya terus berinovasi memaksimalkan kekayaan alam yang ada di sektiarnya. Awalnya beliau adalah penjual Pisang Mas Kirana. Melihat pisang yang berkualitas rendah hanya membusuk terbuang sia-sia, maka beliau menemukan ide inovasi daerah untuk menjadikannya lebih produktif. Sale Pisang Mas Kiranan hasil inovasi daerahnya mampu memberikan kabar baik layaknya oksigen bagi paru-paru ekonomi keluarga, tetangga, masyarakat, dan tentunya untuk Indonesia.

Di mana dan bagaiman beliau berinovasi? Mari kita simak cerita guru desa berikut.

KENAL BP. HALIM SAAT BELIAU JADI KETUA KOMITE SEKOLAH

beberapa produk dari home industri BAROKAH

beberapa produk dari home industri BAROKAH

Setelah melewati jalan kota yang lurus dan nyaman. Empat puluh  menit kemudian barulah melalui jalan naik dan berliku. Jalur ini satu-satunya yang baik untuk menuju tempat dinas yang diamanatkan oleh pemerintah kota Lumajang sejak aku diangkat menjadi Guru CPNS. Salah satu desa yang berbatasan dengan hutan milik perhutani.

Idul Fitri kemarin bersama guru-guru berkunjung ke rumah ketua komite yang baru ditunjuk di sekolah kami. Rumah beliau ke arah barat dari sekolah, tepatnya Dusun Penangungan. Jalan beraspal yang tinggal batu-batu menganga membuat perjalanan terasa begitu sulit ditempuh. Apa lagi jalannya naik, karena memang di daerah pegunungan membuat tangan terasa kesumutan.

Jika kita tidak bertanya, pasti kesulitan mencari rumah beliau. Letaknya di belakang rumah penduduk yang lain. Rumah sederhana dihiasi musholah di halaman rumahnya. Bersegera beliau menyambut kedatangan kami. Sudah seperti biasanya, pria yang bersahaja ini nampak alim. Kopiah hitam dan sarung selalu dikenakannya. Senyum tipis terhias di wajahnya yang penuh karisma.

Yang menarik adalah kue yang beliau sajikan berbahan baku pisang semua. Cerita demi cerita ternyata “camilan” yang disajikan hasil produksi sendiri. Berbagai jenis kripik dengan beraneka rasa dan yang menarik adalah  sale pisang. Rasanya begitu nikmat, mak nyooss kata iklan di televisi.

Ternyata di balik penampilan yang sederhana. Bapak Halim selain sebagai guru ngaji, beliau juga pengusaha home industri yang sukses. Di daerah terpencil yang jauh dari kota, beliau bisa menciptakan lapangan kerja mandiri. Tetangganya juga bisa menikmati hasil ide cemerlang dalam mengembangkan inovasi daerah.

Dusun Penangungan cocok untuk tanaman pisang. Pisang Mas Kirana yang menjadi maskot Lumajang bisa tumbuh subur di sini. Pak Halim tidak menyia-yiakan hal ini, beliau menjadikan kebunnya sebagai lahan menanam Pisang Mas Kirana. Buah pisang yang bagus dijual ke perusahan pisang yang datang setiap minggu. Sedangkan buah yang berkualitas rendah kurang termanfaatkan dengan baik. Dari sinilah beliau mencari ide untuk memaksimalkan pisang yang tidak laku dijual.

Sale Pisang Mas Kirana bukan satu-satunya produk home industri BAROKAH miliknya. Berbagai jenis keripik pisang beraneka rasa juga menghiasi produknya. Usaha ini juga berkat kerja keras istrinya yang bergabung dengan pengusaha home industri di kecamatan lain. Beliau mencari ilmu dan mengembangkan bersama suami di dusun Penangungan.

Guru ngaji ini selain mengawasi proses memasak pisang, juga menyediakan bahan baku, dan tugas akhirnya  sebagai distributor ke berbagai toko. Produksi dusun ini tidak hanya dijual di toko-toko desanya, namun sudah merambah ke kabupaten-kabupten sebelah. Camilan yang diproduksi di atas bukit ini tidak hanya terdapat di toko klontong, namun juga bisa didapat di toko-toko besar pusat kota.

kebersamaan bersama karyawan, siswa, dan keluarga Pak  Halim

kebersamaan bersama karyawan, siswa, dan keluarga Pak Halim

Pak Halim tidak hanya sebagai figur guru ngaji saja. Beliau memberi teladan kepada masyarakat sekitar yang sebagian besar pergi ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Dengan usaha keras, beliau memberi kabar baik bahwa di tanah kelahiran sendiri bisa menjadi orang sukses.

MELIHAT LEBIH DEKAT INOVASI DAERAH

Siang hari ini dengan tujuan memberi kabar baik untuk Indonesia. Sepulang mengajar bersama tiga siswa kami melihat lebih dekat usaha beliau. Ternyata kami tidak hanya disambut oleh Pak Halim dan pekerja di sana. Putrinya yang dulu alumni di SDN Jambekumbu 01 sedang libur kuliah. Jadi bangga pada beliau,  ternyata meskipun hidup di dusun memiliki semangat untuk menyekolahkan putrinya hingga keperguruan tinggi.

Semoga semangat Pak Halim bisa menyemangati warga dusun Penangungan. Sehingga penduduk yang mencari rupiah di negeri lain bisa tetap tinggal di dusun penanggunan. Dengan demikan anak-anak mereka tidak ditinggal bersama dengan neneknya. Jika sudah tidak bersama orang tuanya sendiri, kebanyakan pendidikan anak-anak terbengkalai dan kenalakan semakin besar. Kita tunggu Pak Halim-Pah Halim baru di dusun Penangungan.

Jika ingin tahu lebih jelas inovasi daerah untuk Indonesia dari Dusun Penangungan. Bisa melihat video hasil reportase siang tadi. Selamat Menikmati.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

banner-id

Iklan

About ayomendidik

mejadi guru yang lebih inovatif, kreatif, cerdas, menyenangkan dan tentunya beriman

Posted on Agustus 30, 2016, in cerita siswaku, ceritasekolah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: